Syafa’at bagi pelaku dosa besar ( bagian 3 )

.🌎 BimbinganIslam.com

Kamis, 10 Rabi’ul Akhir 1439 H / 28 Desember 2017 M

👤 Ustadz Dr. ‘Abdullāh Roy, M.A.

📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir

🔊 Halaqah 66 | Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar ( Bagian 3)

⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H66

____________________________
SYAFA’AT BAGI PARA PELAKU DOSA BESAR (BAGIAN 3)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-66 dari sisilah beriman kepada hari akhir adalah tentang syafa’at bagi para pelaku dosa besar bagian yang ketiga.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan memberikan syafa’at bagi dua dan tiga orang.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam  bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلرَّجُلَيْنِ وَالثَّلَاثَةِ
“Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafa’at bagi dua orang dan tiga orang. ”
(Hadits Shahih Riwayat Al Bazzar)
Para syuhada akan Allāh berikan kesempatan untuk memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
يَشْفَعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
“Orang yang mati syahid akan memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.”
(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud)
Sebuah kebahagiaan yang luar biasa, seseorang memberikan syafaat untuk orang tua, anak-anak, istri dan saudara-saudaranya di saat mereka sangat membutuhkan. 
Ada di antara umat beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan memberi syafa’at untuk orang banyak. 
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَكْثَرُ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ ” . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ سِوَاكَ قَالَ ” سِوَاىَ ” 
“Akan masuk surga lebih dari jumlah Bani Tamīm dengan sebab syafa’at satu orang dari umatku.”
Dikatakan kepada beliau:
“Ya Rasūlullāh, apakah orang itu adalah selain dirimu?”
Beliau menjawab:
“Ya, dia adalah orang lain selain diriku.”
(Hadits shahih riwayat Tirmidzi)
Bani Tamīm adalah qabilah yang terkenal besar di zaman Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. 
Semakin besar iman seseorang, maka akan semakin besar harapan untuk bisa memberi syafa’at kepada orang lain. 
Orang yang banyak melaknat orang lain di dunia tidak bisa memberi syafa’at di hari kiamat.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ الّلَعَانِيْنَ لَا يَكُوْنُوْنَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak akan memberi syafa’at di hari kiamat.”
(HR Muslim)
Anak-anak orang-orang yang beriman yang meninggal sebelum dewasa akan memberikan syafa’at bagi kedua orang tuanya. 
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Anak-anak kecil dari orang-orang yang beriman akan menjadi da’āmīsh surga.”
Arti da’āmīsh adalah jentik-jentik nyamuk yang senantiasa ada di kolam.
Maksud beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam  bahwasanya anak-anak kecil tersebut pasti akan masuk surga dan tidak akan meninggalkannya. 
Kemudian beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
“Salah seorang di antara mereka menemui ayahnya atau kedua orang tuanya kemudian memegang pakaian atau memegang tangannya seperti aku mengambil ujung pakaianmu ini. Maka dia tidak akan melepaskan pegangannya sampai Allāh memasukkan dia dan kedua orangtuanya ke dalam surga.”
(HR Muslim)
Ini adalah kabar gembira bagi setiap orang tua yang bersabar ketika diuji oleh Allāh dengan meninggalnya anak yang belum dewasa. 
Puasa dan Al Quran akan memberikan syafa’at.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Puasa dan Al Quran akan memberikan syafa’at pada hari kiamat untuk seorang hamba.
Puasa berkata:
Wahai Rabb-ku aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari. Maka terimalah syafa’atku untuknya.
Al Qurān berkata:
Wahai Rabb-ku sesungguhnya aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari. Maka terimalah syafa’atku untuknya.
Maka diterimalah syafa’at keduanya.”
(Hadits Shahih Riwayat Ahmad di dalam Musnad beliau)
Ini adalah dorongan bagi seseorang untuk berpuasa karena Allāh dan menjaga adab-adabnya. 
Dan dorongan untuk membaca Al Quran karena Allāh dan menunaikan hak-haknya. 
Demikianlah mereka akan memberikan syafa’at setelah diizinkan oleh Allāh Subhanahu wa Ta’ala, sebagai bentuk pemuliaan Allāh kepada mereka.
Orang-orang yang bertauhid sajalah yang akan mendapatkan syafa’at.
Adapun orang-orang musyrik, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka mereka tidak akan mendapatkan syafa’at. 
Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 
فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ
“Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafa’at orang-orang yang memberikan syafa’at.”
(QS Al Mudatsir : 48)
Orang-orang yang berdoa kepada Nabi atau Malaikat atau Orang-orang shāleh dengan alasan ingin mendapatkan syafa’at mereka, justru tidak mendapatkan syafa’at, karena mereka telah membatalkan iman mereka dengan menyekutukan Allāh Subhanahu wa Ta’ala di dalam beribadah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy, 

Di kota Al Madīnah

Ditranskrip oleh Tim Transkrip BIAS

_______________________

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s