Fiqih Ramadhan bagian 9

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 04 Ramadhān 1437 H / 09 Juni 2016 M
👤 Ustadz Zaid Susanto, Lc
📔 Materi Tematik | Fiqih Ramadhān (Bagian 9)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-Tmk-Ramadhan1437-UZS-09
📺 Video Source: https://youtu.be/48pgv9ZUnCc
———————————–

FIQIH RAMADHĀN (BAG. 9)

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh, yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kita kembali melanjutkan apa yang tersisa dari pembahasan fiqih puasa (fiqih Ramadhān). Kita akan sampaikan beberapa perkara yang membatalkan puasa.

Kata Syaikh Muhammad bin Shālih Al Utsaimin rahimahullāh dalam pertemuan ke empat belas: فِي مُفَطِرَاتٍ الصَّوم  , Perkara-perkara Yang Membatalkan Puasa.

*· Puasa Secara Bahasa*

Puasa secara bahasa  berasal dari kata as shiam yang berarti al imsāk yaitu menahan.

⇛Jadi setiap usaha untuk menahan, bisa dikatakan dengan “shiam”.

Diantaranya ketika seseorang menahan untuk tidak berbicara maka ini juga disebut dengan puasa (shiam).

Sebagaimana Maryam bintu Imrān, beliau ketika mengandung putranya (Nabi Īsā ‘alayhissalām), Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan Maryam untuk berpuasa.

Maka beliau diperintahkan oleh Allāh untuk menjawab kepada kaum Bani Isrāil  dengan perkataan:

إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Aku bernadzar untuk tidak berbicara (shaum, imsak, menahan). Aku tidak akan berbicara dengan seorangpun pada hari ini.”

(QS Maryam: 26)

Kalau kalian ingin tanya tentang diriku dan ingin tanya tentang anak yang aku bawa ini maka:

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ

“Tanya saja padanya (pada bayi yang ku gendong ini, saya tidak akan menjawab).”

Maka orang-orang Bani Isrāil ketika Maryam diam bahkan menunjuk pada bayinya, mereka mengatakan:

كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا

“Bagaimana kita bisa mengajak bicara bayi yang masih di gendongan?”

Tiba-tiba Nabi Īsā yang saat itu masih bayi berkata:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ, آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Saya ini Abdullāh, Allāh telah mengajarkan kepadaku Al Kitāb dan menjadikan aku seorang Nabi.”

(QS Maryam  30)

⇛Nabi Īsā, masih bayi sudah diangkat menjadi Nabi dan beliau sempat berdakwah.

Maka Maryam menahan dirinya dari berbicara, itulah yang disebut dengan shaum.

*· Secara Istilah*

Pengertian dan definisi puasa adalah:

Menahan diri untuk tidak makan, tidak minum dan juga dari perkara-perkara yang semakna dengan makan dan minum, dan dari segala macam perkara yang membatalkan puasa, dari sejak munculnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari (sampai bulatan matahari itu betul-betul tenggelam di ufuk barat).

Yang semakna dengan makan dan minum contohnya: merokok. Segala macam perkara yang membatalkan puasa contohnya: di infus dll.

Fajar ada dua:

⑴ Fajar Kadzib.

Fajar kadzib adalah yang muncul pertama kali, biasanya 1/2 jam sebelum fajar shadiq

⑵ Fajar Shadiq.

Fajar shadiq biasanya ditandai dengan dikumandangkan adzan subuh.

Hanya terkadang sebagian adzan subuh itu terlalu cepat dikumandangkan dibandingkan munculnya fajar shadiq. Maka adzan ini belum bisa dijadikan patokan.

Patokannya bagaimana?

⇛Lihat ciri-ciri fajar shadiq, yaitu munculnya warna terang yang melintang di ufuk timur, makin lama makin terang.

Wallāhu Ta’āla A’lam.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Makan dan minumlah kalian, sampai telah jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam (yakni munculnya benang putih dari benang hitam), yakni fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu hingga lail.”

⇛Benang putih itu fajar shadiq, benang hitam itu malam.

Maksudnya bukan membedakan benang putih atau hitam sebagaimana kisah Adi bin Hatib. Ketika mendengar ayat ini maka diapun tidur dan di bawah bantalnya ditaruh dua benang (benang hitam dan putih). Setiap saat dia lihat mana benang yang hitam mana yang putih. Akhirnya bercerita kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Kok saya tidak bisa membedakan antara benang putih dan hitam sampai subuh, ini bagaimana?”

Kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Kalau begitu bantalmu besar sekali, karena yang dimaksud dengan benang putih dengan benang hitam itu adalah malam hari dan fajar, seluas langit.”

Kapan disebut lail?

Yaitu ketika matahari terbenam (waktu maghrib) dan pada waktu maghrib itulah perubahan hari (bukan jam 12 malam).

Kalau kita sudah tahu definisi puasa, bahwasanya puasa adalah menahan dari segala perkara yang membatalkannya, maka kita simpulkan berarti puasa bisa batal, cuma banyak orang yang menyepelekan.

Terkadang dia melakukan pembatal tapi dia tidak sadar, maka untuk itu kita perlu mempelajari pembatal-pembatal puasa.

[insyā Allāh, bersambung ke bagian 10]
___________________________
🌺 Program CINTA RAMADHAN ~ Cinta Sedekah

1. Tebar Ifthar Ramadhan
2. Program I’tikaf Ramadhan
3. Bingkisan Lebaran u/ Yatim Dhu’afa

📦 Salurkan Donasi anda melalui :
Rekening Yayasan Cinta Sedekah
| Bank Muamalat Cabang Cikeas
| No.Rek  3310004579
| Kode Bank 147

Konfirmasi donasi sms ke
📱0878 8145 8000
dengan format :
Donasi Untuk Program#Nama#Jumlah Transfer#TglTransfer

🌐 http://www.CintaSedekah.Org
👥 Fb.com/GerakanCintaSedekah
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s