Dzikir setelah Shalat Fardhu

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(1)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثلاثا) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

“Aku minta ampun kepada Allah,” (dibaca tiga kali). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Robb Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” {HR. Muslim 1/414., Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(2)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illaAllah wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, Allaahumma laa maani’a lima a’thoyta, walaa mu’thiya limaa mana’ta, walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

“Tiada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dariMu kekayaan dan kemuliaan.”
{HR. Al-Bukhari 1/255 dan Muslim 1/414. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(3)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illaAllah wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, laa haula walaa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illaAllaah walaa na’budu illaa iyyaahu, lahun ni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaa-ul hasanu, laa ilaaha illaAllah mukhlishiina lahud diin walau karihal kaafiruun

“Tiada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada sesembahan (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. BagiNya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada sesembahan (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”
{HR. Muslim 1/415. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(4)

سُبْحَانَ اللهِ
(33 ×)

الْحَمْدُ لِلَّهِ
(33 ×)

اللهُ أَكْبَرُ
(33 ×)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

artinya; “Maha Suci Allah (33x), segala puji bagi Allah (33x), Allah Maha Besar (33x). Tidak ada sesembahan (yang hak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”
{“Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti busa laut (selama menjauhi dosa besar, karena dosa besar harus dengan taubat).” HR. Muslim 1/418. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(5)

#Membaca Surat Al-Ikhlas;

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

اللَّهُ الصَّمَدُ

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

#Membaca Surat Al-Falaq;

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

#Membaca Surat An-Naas;

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

مَلِكِ النَّاسِ

إِلَهِ النَّاسِ

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat fardhu.
{HR. Abu Dawud 2/86, An-Nasai 3/68. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/8. Ketiga surat dinamakan al-mu’awidzat, lihat pula Fathul Baari 9/62. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(6)

#Membaca Ayat Kursi {QS. Al-Baqoroh:255};

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).
{“Barangsiapa membacanya setiap selesai shalat, tidak yang menghalanginya masuk Surga selain mati.” HR. An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah No. 100 dan Ibnus Sinni no. 121, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 5/329 dan Silsilah Hadits Shahih, 2/697 no. 972. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(7)

Membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
(10× بعد صلاة المغرب والصبح)

“Tiada Sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagiNya segala puja. Dia lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(Dibaca sepuluh kali setiap sesudah shalat MAGHRIB dan SHUBUH)

{HR. At-Tirmidzi 5/515, Ahmad 4/227. Untuk takhrij hadits tersebut, lihat di Zaadul Ma’aad 1/300. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

*Dzikir setelah selesai sholat fardhu yang shohih…(8)

Membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah… Sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.”(Dibaca setelah salam shalat SHUBUH)
{HR. Ibnu Majah dan ahli hadits yang lain. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah 1/152 dan Majma’uz Zawaaid 10/111. Dari buku “Hishnul Muslim”, Dr. Sa’id Ali Wahf Al-Qohthoni.}

Mari bergabung bersama Belajar Sholat Wajib Dan Sholat Sunnah Yang Khusyu
Like & Share, semoga bermanfaat…

Disalin dari Page Belajar Sholat Wajib dan Sholat Sunnah Yang Khusyu’

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s