Do’a Berlindung dari keburukan amal masalalu dan yang akan datang

( DOA NABI ) BERLINDUNG DARI SEGALA KEBURUKAN AMAL MASA LALU DAN YANG AKAN DATANG

Ditengah maraknya kemaksiatan
berbagai jenis, perzinaan merajalela diberbagai lapisan masyarakat, maka salah satu solusi ialah membiasakan diri dengan doa, terutama, doa-doa yang telah diamalkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi kebutuhan setiap muslim. Kebahagiaan dan ketentraman dirinya ada pada ubudiyahnya kepada Allah dan perasaan yakin kepada Dzat Maha kuasa. Terlebih, doa ini termasuk doa yang paling banyak beliau baca pada akhir-akhir hayat beliau. Disamping upaya maksimal kita memininalisir, menjaga keluarga kita dari derasnya fitnah atau ujian didalam kehidupan.

Dari Farwah bin Naufal Al-‘Asyja’i, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha tentang doa yang sering dibaca Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aisyah menjawab, “beliau sering membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

Allaahumma Innii A’uudzu Bika Min Syarri Maa ‘Amiltu Wa Min Syarri Maa Lam A’mal

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukkan sesuatu yang telah aku lakukan, dan dari keburukkan sesuatu yang belum aku lakukan.” (HR. Muttafaq ‘Alaih dan selainnya)

Doa memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama ini. Bentuk ibadah, merendahkan diri, dan membutuhkan kepada Allah yang paling nampak. Doa menjadi hiburan dan harapan dalam kondisi berat dan ringan, saat sulit dan lapang.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa doa itu ibadah, karena dalam doa seseorang menampilkan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Inilah tujuan syariat yang paling agung dalam perintah ibadah.

Al-Hasan al-Bashri berkata, “Carilah kenikmatan dalam tiga hal: shalat, Al-Qur’an, dan doa. Jika kamu mendapatkannya maka jagalah dan pujilah Allah dalam hal itu. Dan jika tak kamu temukan kenikmatan pada tiga hal itu, maka ketahuilah bahwa pintu-pintu kebaikan telah tertutup dari dirimu.” (Tercantum dalam al-Hilyah milik Abu Nu’aim: 6/171, dan Syu’abul Iman milik Al-BaihaqiL 5/447)

Imam Nawawi menjelaskan salah satu maksud dari doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini, beliau ingin mengajarkan umatnya untuk senantiasa berdoa. Karena Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang ma’sum. Seluruh perbuatan beliau yang lalu dan yang akan datang adalah perbuatan-perbuatan baik, tidak ada yang buruk. Ini juga mengabarkan tentang ihwal beliau yang senantiasa takut kepada Allah, mengagungkan dan memuliakan-Nya, serta senantiasa merasa butuh kepada Allah setiap saat dalam segala ihwalnya. Wallahu A’lam.

Oleh :

Ridwan Anshory

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s