Polemik kata “jangan” kepada anak

[Polemik Ucapan “Jangan” Kepada Anak]

Prof. Malik Badri, ahli Psikologi Islam kelas dunia, tidak setuju pd pendapat yg kini populer dalam bidang psikologi anak yg melarang orang tua untuk bersikap tegas pada anak dan bahkan melarang mereka untuk berkata “Jangan!”.

Menurut Prof. Malik Badri, pemikiran seperti ini banyak dipraktekkan di Barat dan ditularkan ke dunia Islam.

Argumen pertamanya sederhana saja, kurang lebihnya:

“Kalau memang Barat lebih tahu cara mendidik anak yang baik, mengapa di sana begitu banyak anak durhaka yg tdk mau mendengar orang tuanya ketika beranjak dewasa, tidak respek pada orang tuanya, dan bahkan panti jompo laku keras di sana?”

Ust. Fauzil Adhim juga berpendapat demikian.

Beliau mengatakan,”Jangan Berkata Jangan. Tetapi ini tidak menunjukkan keharusan membuang kata jangan agar pesan kita lebih efektif.

Jika kita menilik al-Qur’an, Anda akan menjumpai nasihat orangtua yang diabadikan oleh Allah Ta’ala.

Inilah nasihat Luqman kepada putranya. Ia berkata,…

“Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah merupakan kezaliman yang besar.” (Luqman [31]: 13).

Inilah nasihat seorang ayah yang benar-benar mengantarkannya kepada kemuliaan tertinggi, yakni meraih ridha Allah ‘Azza wa Jalla.

Inilah nasihat yang mendapat berkah berlimpah dari Allah Ta’ala; membawa kebaikan kepada yang dinasihati dan mendatangkan pahala bagi mereka yang membaca nasihatnya disebabkan Allah Ta’ala telah abadikan sebagai ayat suci-Nya.

Inilah nasihat yang mengantarkan pengucapnya, yakni Luqman, meraih surga Allah. Dan nasihat ini diawali dengan kata la (tidak, jangan).

Nah, lalu bagaimana cara kita melarang anak selama ini?

Katakan jangan kepada anak, tetapi sertailah penjelasan. Berilah mereka pembanding dan penguat atau alternatif tindakan yang bisa mereka ambil.

Ustadz Ammi Nur Abu Yahya Baits

Disalin dari page Islam itu Indah

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s