Menjaga aqidah sesuai syariah

Tweets Bapak Mohammad Fauzil Adhim
@kupinang

Kemenangan itu tak sama dengan ridha Allah. Kadang kita justru butuh sakit untuk lebih dapat menggenggam iman & berpengharapan kepada-Nya.

Yang perlu kita periksa adalah, adakah langkah kita menjadi kesaksian iltizam kita pada dienul Islam? Ataukah justru menjadi pintu syubhat?

Menata langkah, menjaga aqidah dan berusaha agar tak menabrak syari’ah dalam setiap upaya. Inilah yang membuka jalan barakah.

Meneguhkan perjuangan, senantiasa memeriksa diri agar tak lalai memegangi komitmen iman & membuka diri terhadap teguran saudara seiman.

Ada pertimbangan maslahat & mafsadat (potensi kerusakan) di waktu dekat. Tetapi ini tak patut menyebabkan kita mencampakkan garis syari’at.

Kita perlu bersungguh-sungguh. Tapi kita tidak sungguh-sungguh mana yang terbaik dan penuh barakah bagi kita; kesuksesan atau kegagalan.

Jika kita yakin bahwa barakah ada bersama syari’ah, maka menetapinya merupakan jalan untuk meraih barakah, meski tampak sebagai kegagalan.

Ada yang perlu kita renungi dari dakwah Nabi shallaLlahu ’alaihi wa sallam. Beliau ditawari kekuasaan, ditawari harta… asal mau kompromi.

Beliau menolaknya secara keseluruhan. Bukan menerima sebagai strategi sementara: “kuasa dulu, basmi kemudian”. Dakwah tauhid memang mahal.

Dakwah tauhid kadang juga harus dihadapkan pada pilihan sulit yang tampak pahit. Bukankah Rasulullah pernah diembargo? Lama sekali & berat.

Jika dakwah kita gagal, ada pertanyaan yang perlu kita cari jawabnya; Sudah benarkah dakwah kita? Juga, seserius apakah kita berdakwah?

Bahkan kita perlu merenungi secara jujur, benarkah kita sudah berdakwah? Kita berletih benar-benar untuk mengajak manusia kepada agama ini?

Dan jika manusia berbondong sambut seruan kita, maka sucikan nama-Nya, mohonlah ampun kepada-Nya & kepada Allah Ta’ala pula kita bertaubat.

Sungguh, jika dunia yang menjadi tujuan, maka dien akan menjadi alat. Jika kekuasaan yang menjadi impian, maka surga yang menjadi agunan.

Jika menolong agama Allah yang menjadi kegelisahan dan tekad kuat kita, maka kita akan siap berletih-letih untuk berjuang, termasuk mengumpulkan harta yang banyak agar dapat mengongkosi perjuangan dakwah kita fiLlah, liLlah, ilaLlah.
 
Nah.

Jalan lurus memang tak mulus. Dan kita memohon petunjuk di tiap shalat kita. Ada do’a yang kita ucap, ada ’ilmu & ada langkah untuk peneguh.

Sirah terbentang, hujjah terpampang. Ada acuan untuk kita pegang, bahkan saat harus mengambil perjanjian, ada hal prinsip yang harus ada.

Semoga celoteh sederhana kering ilmu ini bermanfaat & barakah. Semoga sukses dan gagal kita jadi pintu barakah serta jalan husnul khatimah.

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?” HR. Tirmidzi.

Setiap ucap ada tanggung-jawab.

»»»»»»»»»»

“Barangsiapa kumpulkan harta haram, lalu bersedekah dengannya, ia tak mendapatkan pahala di dalamnya & dosa jadi miliknya.” HR. Ibnu Hibban.

’Ali bin Tsabit rahimahullah berkata, “Kelemahan akal itu bangga diri dan emosi
Dan penyakit harta itu pemborosan dan perampokan.”

Perampokan bukan berarti.menghadang kendaraan di jalanan, lalu merampasnya. Perampokan dapat juga berubah menghentikan hak dan mengambilnya.

Babi itu haram. Ia dibolehkan dalam keadaan benar-benar darurat seukuran yang tidak membuatnya sekarat dengan tetap meyakini keharamannya.

Kenikmatan yang mungkin sempat terasakan, janganlah menjadikan kebencian terhadap yang haram terhapuskan dari dirimu. Apalagi sampai suka.

Apa yang tampaknya kemudahan, kadang jalan menuju kesulitan lebih besar. Yang tampak memudahkan kemenangan kadang justru menggelincirkan.

Konsekuensi iman itu adalah tumbuhnya al-wala’ wal bara’. Ia melahirkan keteguhan. Penyakit yang mematikannya adalah ’ashabiyah.

Perhatikan hadis ini:
قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ , ثُمَّ اسْتَقِمْ
Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” HR. Muslim.

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” QS. Al-An’am, 6: 162.

Rendah hati itu memuliakan manusia. Makin ia direndahkan, makin tinggi kedudukannya.

Takabbur itu menggelincirkan, bahkan ketika tak ada yang merintangi dan menciderainya. Semoga kita dapat menjauh darinya.

’Ujub itu membinasakan. Berbangga diri membuat manusia tak dapat melihat kekurangan & keburukan diri sendiri. Ia berheti belajar.

Merasa diri baik, merintangi jalan untuk memperbaiki diri. Apalagi jika ditambah prasangka buruk terhadap orang lain, makin sulit berbenah.

Cara termudah menutupi kesalahan adalah dengan menyalahkan orang lain. Tapi ini tak menghapus kesalahan. Tak pula memahamkan kesalahan diri.

Kita mungkin sudah sulit mengkaji as-sunnah secara mendalam. Tapi kita.perlu senantiasa berusaha tumbuhkan iltizam (komitmen) kepada sunnah.

Kita menyandarkan pada as-sunnah saat mengambil keputusan. Kita bertanya kepada ’ulama yang sungguh ’ulama atas perkara yang tak kita ilmui.

Bukan cantiknya rupa, Saudaraku. Bukan.
Wajah cantik akan menyebalkan jika sering cemberut.

Bukan eloknya paras. Bukan.
Paras yang elok akan membuat hati patah arang jika keluh-kesahnya lebih mengakrabi lisan daripada syukurnya.

Menggenggam tekad, merengkuh kerasnya perjuangan, akan terasa ringan bila ada kawan seiring bernama istri yang tercelup hatinya dengan iman.

Renungi ayat Allah Ta’ala ini:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” QS. Al-Hujurat, 49:10. | Adakah kita membuka pintu rahmat atau menutupnya?😦

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s