Pengingat diri

Dari Tweets Ustadz @salimafillah

Jika seorang yang ‘sempurna’ berbisik “Aku mencintaimu”; ah berjuta rasanya. Bagaimana jika Allah mengumumkan; “WaLlahu yuhibbush Shabirin”?

Kala seorang tercinta berkata, “Kubawakan kabar gembira”; terbit harap & bahagia. Bagaimana jika Allah berfirman, “Wa basysyiris Shabirin”?

Ketika seorang tercinta berkata, “Aku selalu bersamamu!”; tentram & teduh terasa. Bagaimana jika Allah berujar; “InnaLlaha ma’ash Shabirin”?

Tiada hamba diberi karunia yang lebih baik & lebih luas daripada kesabaran. {Shahih Al Jami’: 5626}

Sabar itu perbendaharaan surga. Dengan sabar sesaat; semua kebaikan didapat.

احوج الناس إلى الصبر والحلم من يحارب الفساد

Yang paling memerlukan sifat sabar & pemaaf adalah yang memerangi kerusakan. |@Dr_almosleh

»»»»»»»
استغفر الله العظيم وأتوب إليه

Betapa amat perlunya kita mengulang-ulang ucapan ini. Betapa amat berhajatnya kita bebersih diri..

Kian banyak ilmu dikhazanahi, kian mudah menggenang dengki. Makin perlu kefasikan ditaubati, tunduk tawadhu’ hati, merasai takut pada Ilahi.

Agar insan tahu; agama ini menghendaki pemeluknya tegas dalam iman; tanpa kehilangan hormat & kebajikan pada yang berkeyakinan lain.

“Ridha manusia itu”, ujar Imam Asy Syafi’i, “Tujuan yang tak tergapai.” Maka cukup ridha Allah jadi asas sikap, di seluruh detak hati.

Hidup terlalu berharga kalau cuma tuk senangkan manusia; terlalu pendek kalau tuk senangkan diri. Cukup bagi kita; Allah & surgaNya:)

Cinta Allah yang kita cari; lalu Dia sampaikan urut pada Jibril, penduduk langit, penduduk bumi. Tak masalah sampai bumi sesudah kita mati:)

بالتواضع تتم النعمة
وبالتكبر تحق النقمة

Dengan berrendah hati, jadi sempurnalah karunia. Dengan bersombong diri, jadi nyatalah siksa.

“@syarifbaraja: Kala kita menjaga shalat, yang terjadi sebenarnya adalah shalat yang menjaga kita.”

Shalat adalah cahaya. Kiamat adalah gulita. Adakah kita “Orang-orang yang cahayanya bersinar di hadapan & sebelah kanan mereka”? {QS57:12}

ليس في الدنيا شيء أجل ولا أجمل من الصلاة
Tiada di dunia sesuatu yang lebih agung & lebih indah dari shalat.

حرم على النار كل هين، لين، سهل، قريب من الناس
Diharamkan atas neraka; tiap yang ringan, lembut, mudah, & akrab pada sesama.
-HR Ahmad-

أَذْكِ قلبك بالأدب كما تذكي النار بالحطب
Asupi nyala hatimu dengan Adab; seperti kobaran api diumpani dengan kayu bakar.
{‘Ali, Rd’A}

الْبُخْلُ بِالْمَوْجُودِ سُوءُ الظّنّ بِالْمَعْبُودِ

Kikir dengan apa yang ada, adalah tanda buruk sangka pada Sesembahan kita.

ما قرن شيء إلى شيء أفضل من حلم إلى علم
Tiada berpadu 1 hal dengan hal lain yang lebih utama dari lekatnya sifat santun & pemaaf pada ilmu.

فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه
Maka sungguh seseorang terbang dengan cita sucinya, sebagaimana burung terbang dengan 2 sayapnya.

إعجاب المرء بنفسه دليل على نقصه
Kagumnya seseorang terhadap diri pribadinya, adalah penunjuk jelas atas kekurangannya.

Tiap nasehat hanya kan bermanfaat jika kita merasa ia ditujukan pada kita. Begitulah iman bekerja; membuat diri merasa harus terus berbenah.

Tidaklah berganti hari kecuali kita bertambah dekat kepada mati; beruntunglah yang tiap berlalu sepetang-sepagi, bertambah taqwa dalam hati.

Tiap hari adalah baru; sekaligus fana. Bagaikan dedaun yang kuncup & gugur dengan gurat-gurat kesaksian atas ‘amal kita. Surgakah akhirnya?

Setiap nafas yang dihembuskan dalam kemaksiatan adalah sesak kegalauan, hunjam kesedihan, ruah penyesalan, & cekam kegelapan.
-Ibn Qayyim-

كلما أدبني الدهر
أراني ضعف عقلي

Tiap kali zaman mendidikkan adabku; ia tunjukkan padaku betapa lemah akalku.

-Imam Asy Syafi’i-

من شهد في نفسه الضعف نال الاستقامة

Siapa yang menyeksamai & mendapati dalam dirinya ada kelemahan; kan meraih keistiqamahan.
-Asy Syafi’i-

فأشهد نفسك بالضعف والفقر تستقم

Maka teruslah lihat & temukan kelemahan dirimu & hajatmu pada Allah; kau kan teguh istiqamah.
-Asy Syafi’i-

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s