Selalu berlindung kepada Allaah

Dari tweets bapak @kupinang :

Termangu mengingat kembali hadis ini:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ أُمَّتِيْ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيْمِ اللِّسَانِ
HR. Ahmad.
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafik yang fasih lisannya (pandai bersilat lidah).” HR. Ahmad.

Sejenak merenungi sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:
أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا
HR. Ahmad
“Kebanyakan orang munafik di tengah-tengah umatku adalah qurro’uha (penghafal Al-Qur’an).” HR. Ahmad. | Maka jangan abaikan isti’adzah.

Membaca dan menghafalkan Al-Qur’an adalah kemuliaan. Tetapi jika adab tak dijaga & niat tak tertata, ia justru dapat menggelincirkan.

Sesungguhnya setiap amal ada ghururnya (hal yang dapat menjadikan kita terkelabui) sehingga mengira shalih, padahal salah.

Maka hendaklah kita belajar mengilmui sebelum beramal, dan senantiasa berusaha menambah ilmu. Pada saat yang sama: menata niat senantiasa.

Kita juga perlu memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala (isti’adzah) dari tipu daya setan yang terkutuk dengan melazimkan ta’awudz.

****

Salah satu penyakit beragama adalah mencoba menyenangkan semua orang dan senantiasa tampak ramah. | Salah satu bahasan tentang zalim.

Menyenangkan orang itu baik, ramah juga baik; terhadap muslim maupun non muslim. Tetapi ingin menyenangkan semua orang dapat terjatuh zalim.

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s