PerCaya tapi tidak membabi buta

Percaya Tapi Tak Membabi-buta.
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Di antara sebab terjauhkannya Bani Israel dari hidayah sehingga mereka menyimpang sejauh-jauhnya adalah tsiqah (percaya) melampaui batas kepada ‘alim. Mereka mengikuti apa pun perkataan para rabi (pendeta/ulama Yahudi), meskipun nyata-nyata bertentangan dengan kitabuLlah yang diturunkan kepada mereka. Inilah salah satu makna menyembah orang ‘alim dan mempersekutukan Allah Ta’ala dengan mereka, yakni melakukan ketaatan kepada ‘alim atau pemimpin, meskipun perkataannya telah nyata bertentangan dengan kitabuLlah. Maka jika seseorang perkataannya jelas-jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, berhati-hatilah dalam mentaati.

Tiap kali melakukan shalat, ada do’a yang pasti kita mohonkan, sebab ia termasuk bagian dari Al-Faatihah yang wajib kita baca. Mari kita renungi sejenak do’a itu:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” QS. Al-Faatihah.

Ini berarti, golongan orang-orang yang dimurkai itu dan kita memohon kepada Allah Ta’ala agar tidak termasuk golongan itu. Orang sesat juga ada dan kita berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dihindarkan darinya. Kewajiban kita mengetahui mana yang lurus, mana yang dimurkai dan mana yang sesat serta apa yang menjadikan mereka seperti itu. Kita juga perlu senantiasa berusaha agar tidak terjatuh pada dua keburukan yang sangat besar itu. Ini merupakan konsekuensi do’a.

Tsiqah kepada ‘alim atau pimpinan itu penting. Tetapi jangan melampaui haknya sehingga bergelap mata ketika nyata bertentangan dengan agama. Tsiqah itu modal yang amat penting dalam belajar mengkaji agama. Tetapi tsiqah tanpa batas dan obyektivitas adalah membabi-buta.

Disalin dari : https://m.facebook.com/notes/mohammad-fauzil-adhim/percaya-tapi-tak-membabi-buta/584540851595047/?refid=17&ref=stream&fbt_id=584540851595047&_rdr#s_a65ae4a89d4187dd51f48197da13aa3e

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s