Berdakwah di Jalan yang Lurus

1. Ada kewajiban amru bil ma’ruf. Tetapi apakah yang dimaksud dengan makruf? Dan kapankah yang kita kerjakan ini tergolong makruf?

2. Ada perintah untuk nahy munkar. Tetapi apakah munkar itu? Bagaimana kita akan dapat meluruskan jika tak dapat membedakan lurus & bengkok?

3. Apakah yang harus kita ketahui agar amru bil ma’ruf yang kita kerjakan tidak justru menggelincirkan kita & saudara kita pada kemungkaran?

4. Tanpa kesediaan untuk belajar, kita bahkan tidak tahu apakah kita sedang melakukan kebaikan atau kemungkaran bahkan di saat berdakwah.

5. Ada tugas untuk tawashau bil haq wa tawashau bish-shabar wa tawashau bil marhamah. Sudahkah kita pelajari apa itu haq?

6. Tanpa memahami dengan baik, mau menasehatkan haq dengan cara yang haq justru terjatuh pada menebar syubhat dengan cara yang bathil pula.

7. Kita mengira sedang menegakkan yang haq, padahal yang terjadi sebaliknya. Kita menjauh dari agama justru saat menyeru orang kepadanya.

8. Jika engkau tak tahu cahaya mentari, yang remang pun engkau anggap sebagai keadaan terang benderang. Sebab, pembandingnya adalah gulita.

9. Kita diserukan untuk saling mengingatkan dengan kesabaran
Tapi apakah sabar? Jika tak bertekun mengilmui, lemah pun kita sangka sabar.

10. Kita dituntunkan untuk “yukhrijuhum min adz-dzulumat ila an-nur”; tetapi manakah kegelapan dan mana cahaya. Berada dimanakah kita?

11. Menyegerakan itu penting, tapi bukan tergesa-gesa. Lalu apakah yang harus kita jadikan ukuran agar tidak terjatuh pada berlambat-lambat?

12. Jalan berkelok kadang tampak elok, sehingga menggoda untuk menempuhnya. Jalan lurus yang kita pinta tiap shalat, tak jarang amat terjal.

13. Jalan para rasul adalah jalan yang lurus (shirath al-mustaqim). Adakah jalan yang mereka tempuh sepi dari kesulitan?

14. Tak sedikit apa yang mereka kerjakan justru tampak tidak bersesuaian dengan masalah yang berkembang. Tetapi itulah jalan yang barakah.

15. Itu bukan berarti ketidaksesuaian tindakan dengan masalah yang sedang berkembang merupakan penanda barakah. Tidak. Sama sekali tidak.

Disalin dari : http://chirpstory.com/li/173986

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s