Mengisi waktu (umur)

Disalin dari tweets @ummuAisyah_A

Nyatanya, banyak orang memandang hidup ini identik dg menikmati berbagai kesenangan dan kelezatan duniawi.
Siang malam mereka habiskan waktu untuk mengejar dan mengurus urusan dunia.

Dunia yg fana telah memperdaya mereka hgg melupakan kehidupan yg sebenarnya, yaitu akhirat.
Wajar saja, krn mrk tdk mengimani adanya kehidupan setelah mati. Mereka mengatakan;
“kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini,kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi”Surah Al Mu’minun : 37.

Org2 spt ini pada hakikatnya sudah putus asa utk menggapai kedudukan yg lebih mulia dan lebih utama.
sebab hakikat hidup jelas bertolak belakang dg apa yg mereka yakini dan berlawanan dg apa yg mereka duga.

Hidup hakikatnya utk mengabdikan diri dg beribadah kpd Rabb Yang Maha Hidup dan tdk akan mati. Itulah tujuan penciptaan jin dan manusia.
“Dan Aku tdak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” Surah Adz Dzariyat :56

Mk seorang muslim hendaknya memperhatikan setiap DETIK yg ia lalui. Jangan sampai waktu itu terbuang percuma tanpa NILAI IBADAH kpd Allah تعالى
Sesungguhnya waktu yg sudah berlalu tidak akan pernah kembali untuk selamanya.

Ironisnya, setiap org pasti sedih dan duka ktk kehilangan HARTAnya, namun mrk tak pernah menyayangkan UMUR yg terbuang bertahun2 lamanya
Padahal umur kita di dunia sangat singkat
dan baik buruknya kita mengisi umur tersebut akan menentukan kehidupan kita selanjutnya.

Umur kita adalah kesempatan untuk berAMAL sebab di akhirat yang ada hanyalah HISAB.
Pergunakanlah yg 5 sebelum datang yg 5; Masa MUDAmu sebelum datang masa TUA, masa SEHATmu sebelum datang masa SAKIT,masa KAYAmu sebelum datang masa MISKIN, masa LUANGmu sebelum datang masa SIBUK, mas HIDUPmu sebelum datang keMATIan”
Hadits shahhih, diriwayatkan Al Hakim

Sungguh wasiat yg sangat KOMPLIT. Mengarahkan setiap muslim kpd jalan yg seharusnya ditempuh. dan penjelasan sebab2 meraih keselamatan

sesungguhnya hidup adalah kumpulan hari-hari. Betapa merugi bila kita terus dibuai angan-angan shg lupa akan memperbaiki amal.

Berkata Ibnul Qayyim dlm babnya yg berjudul “Bagaimana cara memperbaiki diri?”; “Marilah segera menuju Allah dan mendekatkan diri kpdNya,dlm Surga Darussalam tanpa kesusahan, keletihan, dan beban yg berat, Melalui jalan pintas yg paling mudah.Yakni sesungguhnya engkau berada di dua masa, pada hakikatnya itulah UMURMU! Yaitu masamu SEKARANG ini diantara masa LALU dan masa DEPAN. Masa lalumu prbaikilah dg berTAUBAT, menyesal dan memohon ampunan. Tentunya itu tdk sukar bagi mu, tdk sulit & tdk perlu melewati pkerjaan berat.
Hanya Menuntut AKTIVITAS HATIMU!”

Masa lalu yg mungkin dipenuhi dg perbuatan maksiat hapuslah dg taubat, kendati kt pepatah mengatakan waktu itu laksana pedang,jk engkau tdk menebasnya maka engkaulah yg kena tebas. Pepatah itu benar, hanya saja Allah mengecualikan org yg berTAUBAT!

Meskipun engkau tlh menghabiskan masa lalumu dg berzina, membunuh, atau bahkan berbuat syirik,sesungguhnya siapa sj yg bertaubat dr perbuatan dosa maka ia telah memperbaiki masa lalunya,
bukan hanya kembali putih bagaikan lembaran yg belum tergores pena, bahkan ditulis bagianya kebaikan sbgai pengganti kejahatan.
Sesunggunya tidak ada sesuatupun yg dapat menggugat keputusan Allah. Lihat Qur’an Surah Al Furqan :68-70.

Ibnul Qayyim mlanjutkan “Kmudian hndaknya engkau mnahan diri dr prbuatan dosa. Mnahan diri artinya nonaktif & ini mrpkn pkerjaan yg santai
Tidak membutuhkan aktivitas jasmani yg berat, Hanya butuh NIAT dan TEKAD bulat yg membuat legawa BADAN, HATI, & JIWAMU!

Masa LALU perbaikilah dg TAUBAT, masa DEPAN isilah dg MENAHAN DIRI dr perbuatan dosa diiringi dg TEKAD dan NIAT!”
lanjutnya; “Anggota badan tidaklah tertuntut bekerja keras dan berusah payah dalam ke2 perkara ini. Akan tetapi KUNCINYA ADA PADA UMURMU!
Yakni masamu sekarang ini di antara masa lalu dan masa depan!

Jika engkau menyia-nyiakannya berarti engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan keselamatanmu. Jika engkau berhasil memanfaatkannya,
dan berhasil mengisi masa lalu dan masa depanmu, berarti engkau selamat dan sukses meraih ketenaran, kelezatan, dan kenikmatan.
Memanfaatkan waktu lebih berat daripada memperbaiki masa lalu dan masa depan.

Memanfaatkan waktu berarti melakukan amal2 paling utama, paling berguna bagi diri dan paling banyak membawa kebahagiaan
Dlm hal ini manusia terbagi mjd beberapa tingkatan. Demi Allah, itulah kesempatanmuu mengumpulkan bekal utk menyongsong akhirat,
ke SURGA ataukah ke NERAKA.

Merupakan hak ALLAH atas hambaNya di setiap waktu yg berlalu dlm hidupnya utk menunaikan kewajiban ubudiyah (yg bersifat ibadah)
yg ia persembahkan kpd Allah dan utk mendekatkan dirinya kepadaNya.
Jk si hamba engisi waktunya dg ibadah yg wajib ia lakukan saat itu, mk ia akan maju ke depan menuju Allah.

Sebaliknya, jika ia isi dg mengikuti hawa nafsu, bersantai ria atau menganggur, ia akan mundur ke belakang.
Seorang hamba kalau tidak melangkah maju, ia pasti bergerak mundur. Tidak ada yg berhenti di tengah jalan. Lihat Surah Al Mudatsir : 37

Jika ia tidak MAJU, ia pasti MUNDUR. Seorg hamba senantiasa BERJALAN, tdk BERHENTI.
Kalau tidak ke atas pasti ke bawah, kalau tidak ke maju ke depan pasti mundur ke belakang.

Itulah detik2 kehidupan yg berlalu dg cepat menuju SURGA atau NERAKA! Ada yg bergerak melaju cepat dan ada pula yg bergerak lamban.Ada yg terus maju ada pula yg mundur. Tidak ada seorgpun yg berhenti di tengah jalan!
Hanya saja dlm perjalanan ini ada yg berbeda arah tujuan dan ada pula yg berbeda akselerasi kecepatannya!”

Sementara itu, Nabi bersabda “Setiap hari semua org melanjutkan perjalanan hidupnya, keluar dan mempertaruhkan dirinya!Ada yg membebaskan dirinya dan ada pula yg mencelakakannya!” Riwayat Muslim.

Kmudian Ibnul Qayyim melanjutkan “Brgsiapa tidak mengisi waktunya utk Allah & dg petnjuk Allah mk ketimbang dia HIDUP, lebih baik dia MATI!
Apabila seorg hamba sedang mengerjakan sholat maka hanya memperoleh bagian dr sholatnya itu yg dilakukan dg khusyu’,Ia tdk memperoleh bagian apapun dr hidupnya kecuali yg dilakukannya dg petunjuk Allah dan ditujukannya semata2 utk Allah”

Segini dulu sedikit share faedah isi dr Muqoddimah buku yg ditulis oleh Abu dan Ummu Ihsan ini.
Semoga kita semua diberi kemudahan untuk mengisi detik-detik dalam hari-hari kehidupan ini dg baik. aamiin

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s