Kata-kata Hikmah, nasehat dari twEets Ustadz @salimafillah

Tweets Ustadz @salimafillah

Setiap hirup & hembusan nafas layak direnungkan sebesar & sedalam renungan kita pada pergantian tahun. Betapa durhaka kita pada nikmatNya..

Tiap waktu adalah baru; sekaligus fana. Bagaikan dedaun yang kuncup & gugur dengan gurat-gurat kesaksian atas ‘amal kita. Surgakah akhirnya?

Allah tahu hari, bulan, & tahunmu kemarin terasa tak sempurna; maka Ia hadiahkan sebuah pagi baru tuk berjuang lagi dalam cintaNya. Selamat.

Pagi paling kelabu adalah bagi yang tak menemukan hal tuk disyukuri; sebab dalam lautan nikmatNya yang teduh; ia tenggelam, bukan menyelami.

Jasad yang bangun kembali tanpa dzikir mengisi hati; seperti pagi tanpa mentari; bagai bayang-bayang tanpa cahaya.. SubhanaLlah wa bihamdih.

Dia yang melupakan akhirat & kematian; berada dalam ketenangan yang membahayakan.
-Imam Asy Syafi’i-

Maka segala puji bagi Allah; yang menjadikan kita kumpulan noktah waktu; tiap berlalu sepetang & sepagi, hilang pula sebagian diri..

Malam itu panjang; jangan kauperpendek dengan banyak tidurmu. Siang itu cemerlang; jangan kaugelapkan dengan dosa-dosamu.
Yahya ibn Mu’adz

Pagi berkabut angkasa mendung. Tapi cukuplah kelabu di langit sana. Di bumi yang lelah, jadikan hatimu menyala & wajahmu cahaya..

Prasangka baik bukanlah penghenti saling menasehati. Cinta bukanlah penjamin mesra dunia; melainkan alasan untuk bersama ke surga.

Sejukkan siang yang menyengat dengan menghadirkan surga ke hati kita & menanam rerindangannya dengan lisan kita; “SubhanaLlah wa bihamdiH..”

Mari melatih hati agar berdebar di jelang petang; menanti panggilan cinta dari yang tak bosan menunggu taubat kita.. Melirihkan dzikir sore.

Kebahagiaan seorang mukmin tumbuh dari ‘amal shalihnya. Sebab kebajikan adalah asupan termanis bagi iman..

Pangkat tinggi sejati; “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah sebagai nafilah; semoga Rabbmu menempatkanmu di kedudukan terpuji.” {QS18:79}

Perjalanan: akhirnya memang hanya beberapa persegi tanah yang memeluk jasad; tapi indah bukan, jika banyak bagian bumi jadi saksi kebajikan?

Seperti puasa, perjalanan adalah saat sejati kenali diri. Cuma nurani & Allah yang mengawasi. Maka pada keduanya, doa lebih dekat ijabahNya.

Betapa hidup & kayanya; hati yang berbahagia mendengar nasehat; berbinar-binar menyimak ilmu; & bergegas-gegas melihat peluang ‘amal shalih.

Jika iman tak lagi jadi ruh hubungan, maka saling menasehati pun bagai 2 lilin; saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api.

Sering penyesat terjahat semisal Iblispun memakai nama Allah & mensumpahkan niat baik; maka amat penting hidayah & ilmu tuk kenali syubhat.

Pagi itu suci. Beruntung yang tak mengotori dengan dosa hingga petang nanti. Bayi itu suci. Beruntunglah yang menjaga fitrahnya sampai mati.

“IttaquLlah haqqa tuqatiH”. Kata Ibn Mas’ud; Taati & jangan durhaka, dzikiri & jangan dilupa, syukuri & jangan diingkar.

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s