Mengingat neraka *supaya selalu sabar & berbuat kebaikan

*Mengingat Neraka…

Dari Abu Ad-Darda’ rodhiyAllahu ‘anhu, beliau berkata,

“Kelaparan ditimpakan kepada penghuni neraka, ia setara dengan adzab yang mereka rasakan, lalu mereka melolong-lolong meminta makan, maka mereka diberi makan

لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ
لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِن جُوعٍ

“pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”{QS.Al-Ghosyiyah: 6-7}. Lalu mereka melolong-lolong lagi, mereka diberi makan dengan

وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا

“(ghushshoh) yang menyumbat di kerongkongan”{QS.Al-Muzzammil: 13}, lalu mereka teringat bahwa mereka mendorong makanan tersedak dengan minum, maka mereka meminta minum, maka mereka diberi minum air mendidih, dikirim kepada mereka dengan pengait-pengait dari besi, saat sudah dekat kepada mereka, ia ditumpahkan ke wajah mereka, manakala ia sudah masuk ke dalam perut mereka, ia memutuskan apa yang ada di dalam perut mereka, maka mereka meminta kepada para penjaga jahannam, agar

ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

“Mohonkanlah kepada Robbmu supaya Dia meringankan adzab dari kami barang sehari”{QS.Ghofir: 49}, maka mereka (para malaikat) menjawab,

قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلاَّ فِي ضَلالٍ

“Dan apakah belum datang kepada kamu Rosul-Rosulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab, “Benar, sudah datang.” Penjaga-penjaga jahannam berkata, “Berdo’alah kamu”. Dan do’a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”{QS.Ghofir: 50}.

Maka mereka (para malaikat) berkata, ‘Mintalah kepada Malik’, maka mereka (para penghuni neraka)berkata,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُم مَّاكِثُونَ

“Hai Malik, biarlah Robbmu membunuh kami saja”. Dia menjawab, “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”{QS.Az-Zukhruf: 77}.

Maka mereka (penghuni neraka) berkata,

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ

“Ya Robb kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim.”{QS.Al-Mu’minun: 107}

Maka Allah ta’ala berfirman,

قَالَ اخْسَؤُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ

“Allah berfirman, “Tinggal lah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku”.”{QS.Al-Mu’minun: 108}

Saat itu mereka tidak lagi berharap kebaikan apa pun, mereka mulai bernafas sengsara, berteriak menyesal dan celaka.”

{Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Tahqiq Asy-Syaikh Zuhair Asy-Syawisy (terjemah), Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahullaah, Penerbit Darul Haq.}

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s