“Menikah” dalam Islam

Tweets Bapak Mohammad Fauzil Adzim

Sejenak ingin berbincang tentang menawarkan diri. Semoga bermanfaat bagi muslimah yang ingin menjaga agama dan menyempurnakannya.

Menikah merupakan sunnah yang diagungkan Allah. Al-Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang sangat berat).

Mitsaqan ghalizha adalah perjanjian yang paling kuat di hadapan Allah. Hanya tiga kali Al-Qur’an menyebut mitsaqan ghalizha.

Hanya untuk tiga perjanjian Allah Ta’ala memberi nama mitsaqan ghalizha. Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid,yaitu perjanjian Allah Ta’ala dengan Bani Israel yang untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala angkat bukit Thursina saat mengambil sumpah.

Sedang yang lain adalah perjanjian Allah subhanahu wa ta’ala dengan para Nabi Ulul Azmi, Nabi yang paling utama di antara para Nabi.

Dan, pernikahan termasuk perjanjian yang oleh Allah Ta’ala digolongkan sebagai mitsaqan ghalizha.

Setiap jalan menuju mitsaqan ghalizha dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Islam berikan penghormatan kepada niat & ikhtiar untuk menikah.

Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis.

Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur,yang ia yakini kekuatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. | Inilah hal yang patut menjadi alasan menawarkan diri.

Dan Khadijah adalah teladan pertama bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri. | Beliaulah yang proaktif.

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlak dan kesungguhan mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah Ta’ala.

Yakinlah, Allah pasti akan mencatatnya sebagai kemuliaan dan mujahadah (perjuangan) yang amat mulia.

Jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat.

Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan agama mendalam pasti akan meninggikan penghormatan terhadap mujahadah saudaranya.

Tidak akan merendahkan wanita yang menjaga kehormatannya seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah dan tidak memiliki kehormatan dien.

Seorang laki-laki akan sangat hormat, setia & penuh kasih sayang jika ia terima tawaran wanita shalihah untuk menikahi atas dasar iman.

Semoga Allah Ta’ala menambahkan kemuliaan dalam keluarganya & memberikan keturunan yang meninggikan derajat orangtua di hadapan-Nya.

Kalau terhalang untuk menerima tawaran, maka pada diri laki-laki akan tumbuh rasa hormat, segan, dan respek terhadapnya.

Sungguh, saya sangat hormat kepada mereka yang berani bermujahadah. Kepada mereka, saya ingin menyampaikan salam hormat saya.

Semoga Allah memberi pertolongan dan ridha-Nya kepada kita semua sampai kelak Allah mengumpulkan di akhirat.

Saya ingin membahas lebih lanjut mengingat pentingnya masalah ini. Penting dan sekaligus termasuk perkara yang dimuliakan agama.

Saat ini cukuplah dengan melihat contoh yang tercatat dalam sejarah. Imam Bukhari menuturkan cerita dari Anas radhiyallahu ‘anhu.
Ada seorang wanita datang menawarkan diri kepada Rasulullah dan berkata, “Ya, Rasulallah! apakah engkau membutuhkan daku?”
Putri Anas yang hadir dan mendengar perkataan wanita itu mencela sebagai wanita yang tidak punya harga diri dan rasa malu, “Alangkah sedikit rasa malunya. Sungguh memalukan, sungguh memalukan.”

Anas berkata kepada putrinya, “Dia lebih baik darimu. Dia senang kepada Rasulullah, lalu menawarkan dirinya untuk beliau!” HR. Bukhari.

Betapa pun demikian, seseorang tidak boleh berlaku serampangan. Perhatikan adab, perhatikan ilmunya sebelum menawarkan diri.

Dan tidak ada jalan hidup yang sempurna dan Allah Ta’ala ridhai selain Islam. Maka pelajarilah agama ini. Pelajari dengan baik.

Oleh @kupinang

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s