Bagaimana kita bangkit di padang mahsar?

Tiap-tiap kita dibangkitkan dan digiring ke Padang Mahsyar dalam keadaan berbeda-beda. Inilah hari ketika kartu kredit tak berfungsi lagi.

Maka, apakah yang dapat kita banggakan dari diri kita? Adakah yang pantas untuk membuat kita menepuk dada di hadapan sesama manusia?

Mari renungi sejenak, “إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالًا وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّونَ عَلَى وُجُوهِكُمْ” HR. Tirmidzi

“Sesungguhnya kalian akan digiring (di Mahsyar) dalam keadaan berjalan, berkendaraan, serta diseret di atas wajah-wajah kalian.” HR Tirmidzi

Ada tiga keadaan yang berlaku atas manusia saat digiring ke Padang Mahsyar. Termasuk yang mana kita kelak? | Alangkah sedikit amal kita…

Bukan apa yang kita punya hari ini penentunya. Yang hari ini senantiasa merasakan kenyamanan, boleh jadi kelak bertelanjang kaki berjalan.

Meski garasi rumah dipenuhi dengan Lamborghini dan Mercy, jika amal buruk sekali, apa yang dapat diharap? Tak lagi dapat dikendarai.

Berbahagialah mereka yang Allah Ta’ala beri kemuliaan dengan memberi kendaraan menuju Padang Mahsyar. Adakah kita termasuk di dalamnya?

Celakalah mereka yang digiring ke Padang Mahsyar dengan diseret pada wajah-wajah mereka. Mengelupas kulitnya… Adakah itu kita?

Disalin dari Tweets @kupinang

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s