Tentang P”UJIAN”

Tak menghargai yang kecil; takkan mampu menghormati yang besar. Tak berterimakasih pada manusia; takkan sempurna mensyukuri Allah. #MKMM

Memuji makhluq bisa benar atau keliru; bisa menyemangati atau merusak. Memuji Khaliq itu benar, menyelamatkan, berpahala, & menambah nikmat.

Cara memuji yang paling indah adalah dengan mendoakan. Cara mencela yang paling mulia adalah dengan memberi teladan berkebajikan.

Kurang dzikir mengagungkan Allah membuat kita memulia-muliakan diri; kurang syukur atas karunia Allah membuat kita menghebat-hebatkan diri

Di antara yang perlu dibuang dari jiwa: suka dipuji atas yang tak dipunya; suka dibayar atas yang tak dikerja; marah dicela atas yang nyata.

Dipuji orang bukan jaminan baiknya kita. Memuji diri lebih sering menunjukkan hina. Celaanpun masihlah pujian jika aslinya lebih mengerikan.

Pujian tuk insan shalih & taqwa dari sesamanya mungkin kabar gembira seiring pahala; tapi tetap saja ia parfum; boleh dicium jangan diminum.

Lima dari enam huruf dalam PUJIAN ialah UJIAN; hanya sedikit yang lulus dengan menghayati bahwa “Segala puji bagi Allah; Rabb Semesta Alam.”

Sedikit nan dapat dipelajari dari pujian; hinaan lebih banyak hikmahnya. Mensedikitkan retweet pujian; membubarkan dengki, mewajarkan kagum.

Pernah ‘Umar ibn Al Khaththab tiba-tiba meminta Aslam memikulkan karung tepung kasar ke pundaknya. “Sebab sejenak tadi aku kagum pada diri.”

Pesan Imam Asy Syafi’i: “Jika ada yang memujimu atas apa yang tiada padamu; jangan terkejut kalau dia mencelamu atas yang jua tiada padamu.”

Ada doa kala dipuji sebagaimana Abu Bakr Ash Shiddiq membacanya:

اللهم اجعلني خيرا مما يظنون
ولا تؤاخذني بما يقولون
واغفر لي ما لا يعلمون

Ya Allah; jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka; jangan siksa aku sebab pujian mereka; ampuni pada cela yang mereka tak mengetahuinya.

أقل الناس في الدنيا راحة الحسود والحقود

Orang yang di dunia paling sedikit santai & tentram; adalah pendengki & pendendam.

{Asy Syafi’i}

Disalin dari Tweets Ustadz @salimafillah

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s