Makna Mengingat Allaah di waktu lapang

*Jalan Keluar Dari Kesusahan…

Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda di dalam wasiat beliau yang agung, di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyallaahu ‘anhuma yang shohih, yang terdapat di dalam As-Sunan,

تعرف الى الله في الرخاء يعرفك في الشدة

“Kenalilah Allah pada saat lapang, niscaya Dia akan mengenalmu pada saat kesusahan.”
{Hadits shohih: HR.Ahmad,1/293,303,307. At-Tirmidzi,no.2516.}

YAKNI, kenalilah Allah dengan KEIMANAN dan AMAL-AMAL KEIMANAN, dalam kondisi kamu sedang sehat, kaya, dan kuat, niscaya Allah akan mengenalimu pada saat kesusahan, Allah akan membuatmu kuat menghadapinya, dan menolongmu untuk menyelesaikannya, dan kesusahan yang paling besar yang menimpa orang mukmin adalah kesusahan maut dan sakarotul maut.

Maka hadits ini merupakan kabar gembira bagi setiap mukmin yang telah mengenali Robbnya pada saat kondisi lapang, bahwasanya Allah akan menolongnya dalam kondisi yang berat ini, kesusahan yang sangat mengganggu, lemahnya kekuatan, dan bertubi-tubinya (gangguan) setan-setan yang ingin menghalangi antara hamba dengan ditutupnya kehidupannya dengan kebaikan, maka sesungguhnya Allah akan menolongnya dengan penguatan, ruh, dan RahmatNya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan (pertolongan) Allah.

Faidah: Al-Hafizh Ibnu Rojab rohimahullaah berkata, “Maka barangsiapa yang mentaati dan bertaqwa kepada Allah, serta menjaga batasan-batasanNya di dalam kehidupannya, niscaya Allah akan membimbingnya pada saat wafatnya; mewafatkannya di atas keimanan, meneguhkannya dengan ucapan yang teguh di dalam kuburnya ketika dia ditanya oleh dua malaikat, menghindarkannya dari adzab kubur dan mengurangi keseramannya di dalam kesendirian dan kegelapan itu… Adapun orang yang tidak mengenali Allah pada saat kondisi lapang, maka tidak ada seorang pun yang akan mengenalinya pada saat kesusahan, baik di dunia maupun di akherat. Dan hal-hal yang menguatkan fakta ini bisa disaksikan kondisi mereka di dunia, dan kondisi mereka di akherat akan lebih parah lagi, dan mereka tidak memiliki seorang pelindung dan penolong pun dari (siksa) Allah.”
{Nur Al-Iqtibas,hal.75-77}

{Dikutip dari buku “At-Taudhiih wal Bayaan Li Syajaroh Al-Iimaan” karya Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, muhaqiq: Asyrof bin ‘AbdulMaqshud, (edisi terjemah: Penjelasan tentang Hakikat, Pokok-Pokok, Dan Buah Iman berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah), Penerbit Darul Haq.}

Dari FP

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s