Jemput ampunan Allaah

Memberi maaf pada yang merasa punya khilaf; menentramkan hatinya. Memberi maaf pada yang tak merasa bersalah; menentramkan hati kita.

Kita memaafkan, kadang bukan karena si bersangkutan layak mendapatkan. Tapi sebab kita berharap ampunanNya; meski diri lebih tak layak lagi.

“Dendam & dengki”, ujar ‘Ali Zainal ‘Abidin cicit Nabi, “Bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri; tapi berharap orang lain yang mati.”

Maka “Seutama-utama akhlaq seorang mukmin adalah memaafkan”, ujar Hasan Al Bashri. Itu jugalah rahasia si ahli surga yang Nabi sebut 3 kali.

Jemput ampunan Allah, dengan memaafkan sesama. Raih cinta Allah, dengan menyayangi hambaNya. Hidup di dalam keduanya; surga sebelum surga.

Oleh ustadz @salimafillah

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s