Ilmu lagii :)

1. Manhaj, secara bahasa adalah jalan yg jelas. Allaah تعالى berfirman, likulli ja’alnaa minkum syir’ataa waminhajaan, yaitu

2. “Untuk setiap ummat, Kami berikan aturan dan jalan yg terang” ibnu abbas رضي الله عنه menjelaskan, “maksudnya, jalan & syari’at”

3. Kemudian, Salaf adalah salafa-yaslufu-salafan yaitu: telah lalu. Dan salaf juga bermakna seseorang yg telah mendahului dalam iman, ilmu.

4. menurut istilah. Salaf itu dimutlak-kan kepada para shahabat رضي الله عنه , ketika disebut salaf maka yg dimaksud adalah shahabat

5. Al-imam al-ghazali رحمه الله menjelaskan, “yg saya maksud dengan salaf adalah madzhab shahabat dan tabi’in”

6. Kemudian, al-baijuri رحمه الله juga berkata, “salaf adalah orang terdahulu dari para nabi, para shahabat, tabi’in dan pengikutnya”

7. Al-imam ibnul mubarok رحمه الله pernah berkata, “tinggalkanlah hadits dari ‘amr bin tsabit, karena dia mencaci-maki salaf”

8. Ketika seorang ibnul mubarok mengatakan “salaf” artinya adalah para shahabat, karena beliau رحمه الله adalah seorang tabi’in

9. Lalu, imam al-auza’i, “bersabarlah dirimu diatas sunnah, tetaplah kokoh seperti para shahabat kokoh, katakan seperti yg mereka katakan

10. Tahanlah dirimu dari apa yg mereka menahan diri dan ikutilah jalan para shahabat karena akan mencukupimu, apa yg mencukupi mereka.

10. Lalu apa itu salafiyyah? Berdasarkan penjelasan dari para alim رحمه الله diatas, salaf = sahabat. Huruf ya disitu adalah penisbatan

11. Maka salafi adalah pengikut shahabat. Dan kata salafi ini bukan sesuatu yg baru. Dizaman aimmah diatas sudah dikenal nama ini ..

12. Silakan buka siyar a’laminn nubala, adz-dzahabi pasti akan banyak ditemukan kata salafi, yaitu keterangan bagi pengikut sahabat.

13. salafi bukanlah nama partai, nama kelompok, dll. Sungguh antara dusta dan tidak tahulah orang yg mengatakan salafi adalah nama partai

14. suka tidak suka, semua orang islam pasti salafi (pengikut shahabat rasulullaah), dari mana dia tahu islam kalau bukan dari shahabat ?

15. Bagaimana mungkin orang islam bisa tau cara shalat rasulullah صلی الله عليه وسلم kalau bukan para shahabat yg menjelaskan?

16. Dan kembali kepada pemahaman para shahabat adalah jalan keluar dari segala penyakit umat islam yg ada saat ini dan yg akan datang..

17. Ketika disebutkan shahabat, maka didalamnya termasuk ahlul bait rasulullah صلی الله عليه وسلم

18. Bukankah ‘ali bin abi thalib, ibnu abbas, hamzah, adalah shahabat nabi? Dan bukankah mereka juga ahlul bait nabi?

19. orang islam atau ahlus sunnah atau salafi atau ahlul hadits itu mencintai para shahabat juga mencintai ahlul bait rasulullaah

20. Mencela ahlul bait ataupun mencela shahabat adalah perbuatan kufur! Yg membawa kekafiran ..

21. Atau mencela salah satu antar ahlul bait & shahabat pun kufur! Ahlus sunnah atau salafi bukan seperti syi’ah dan nawasib

22. Syi’ah -ngakunya- mencinta ahlul bait tp mencela shahabat ini kufur. Nawasib, mencinta shahabat tp mencela ahlul bait. Ini pun kufur.

22. Ahlus sunnah atau salafi itu berada diantara 2 kelompok ghuluw, syi’ah dan nawasib. Na’am ..

23. Kemudian, standart kebenaran adalah Alqur’an dan sunnah. Tapi bukankah musailamah al-khadzab, MGA, lia eden, ahmad mursadek,
24. Qodariyyah, jabriyyah, Syi’ah, khawarij, sufi zindiq, mu’tazillah, atau bahkan murji’ah! Semua mengaku bahwa mereka
25. Mengaku diatas alqur’an dan sunnah?? Padahal tidak ragu lagi bahwa mereka itu sesat!

26. Maka dari itu kita harus memahami alqur’an dan sunnah dengan pemahaman para shahabat.

27. Karena para shahabat itu lahir dari hasil madrasah didikan rasulullah صلی الله عليه وسلم langsung ..

28. Misal: dimana Allaah تعالى ? Dia diatas arsy. Karena ada dalil dari alqur’an & sunnah plus penjelasan dari para shahabat

29. Maka yg mengatakan, Allaah تعالى ada dimana-2 -maha suci allaah dari ucapan mereka- itu salah, bahkan menyesatkan.

30. Kemudian, Alqur’an itu kallamullah atau makhluk? Yg benar adalah kallaamullah, karena as-sunnah menjelaskan begitu

31. Dan itulah yg diyakini para shahabat. Maka salah-lah orang yg mengatakan alqur’an adalah makhluk. Bahkan sesat..

32. Kemudian, para shahabat memahami batas kain itu diatas mata kaki, maka itulah yg benar ..

33. Para shahabiyah itu meyakini bahwa hijab itu tidak warna-warni, dan gak di macem-2in .. Itulah yg benar ..

34. Kemudian, kalau para designer & sebagian ustadzah mengatakan boleh digaya-2in dan dibikin kaya badut ..
35. Maka perkataan para shahabiyah-lah yg harus dipakai, dan selainnya harus ditinggalkan ..

36. Kemudian, ali bin abi thalib (shahabat plus ahlul bait) mengatakan rasulullah menyuruh kuburan harus diratakan

37. Terus muncul syaikh, habib, kyai, atau gus yg mengatakan kuburan boleh ditinggikan maka perkataan
38. Ali bin abi thalib رضي الله عنه lah yg harus diikuti, bukan selainnya .. Walaupun perkataan selainnya dihias-2 ..

39. Kemudian, ketika tidak ada satupun shahabat yg meminta-2 di kuburan nabi, kemudian muncul

40. Orang belakangan dari kalangan syaikh, habib, kyai, atau gus yg meminta-2 di makam .. Maka perbuatan shahabat

41. Yg harus dipegang, bukan selainnya .. Dan banyak contoh lain. Na’am, sebetulnya masih banyak contoh lain ..

42. Tapi kita cukupkan sampe sini dulu, Na’am, shalallaahu a’la nabiyyina muhammad .. Allaahul musta’an wa a’lam .. Alhamdulillaah ..

By Ust @Abulizz_

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s