Berlindung dari Buruknya Kefakiran dan Kekayaan

Jika harta tidak barakah, bertambahnya akan mendekatkan pada keburukan. Sedangkan berlimpahnya menjadi jalan kemaksiatan.

Jika dunia menjadi himmah (passion) kita, semakin banyak kekayaan di tangan, semakin haus jiwa kita terhadap kekayaan.

Harta bertumpuk bertambah-tambah, tapi rasa takut terhadap kemiskinan kian bertambah, kekhawatiran terhadap berkurangnya aset meningkat.

Tanpa barakah, kita dapat membeli hiburan apa saja, tapi itu bukan jalan meraih kebahagiaan. Harta di tangan, tapi kebahagiaan menghilang

Maka, betapa perlu kita berusaha, menjaga dan meminta barakah atas harta kita, hidup kita, keluarga kita dan anak-anak kita.

Berusaha meraih barakah artinya, jalan yang kita tempuh untuk mencari rezeki adalah jalan yang Allah Ta’ala ridhai. Halal dan bersih.

Betapa banyak orang yang merasa gembira karena bertambahnya harta, tetapi bukan bersyukur. Sangat berbeda bersyukur dengan syukuran.

Ada sangat jauh dari kebahagiaan. Kian bertambah hartanya, kian sulit ia merasakan kebahagiaan. Ada pula yang jarang rasakan kebahagiaan.

Sebagian lalu keliru menyimpulkan. Ia lari dari dunia, tetapi penyebab tiadanya kebaikan dalam diri, lupa ia telisik.

Ada orang yang ketika fakir, ia berada dalam keburukan iman bersebab kefakirannya. Tidak sabar. Tidak pula ridha terhadap takdir.

Ia bermaksiat kepada Allah Ta’ala bersebab kefakirannya. Tetapi ketika Allah Ta’ala limpahkan harta kepadanya, ia pun bermaksiat
kepada Allah Ta’ala bersebab kekayaannya. Atau ada orang yang terjaga imannya saat fakir, tetapi kufur saat kaya.

Maka, marilah sejenak kita memohon perlindungan dari Allah Ta’ala dari keburukan kekayaan maupun kefakiran sebagaimana tuntunan Nabi:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ” HR. Abu Dawud

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan azab neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran.” HR. Abu Dawud

Do’a ini mengajarkan kepada kita betapa kekayaan dan kefakiran dapat menjerumuskan manusia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Mari renungi perkataan Al-Qasim bin ‘Abdirrahman, “Barangsiapa dianugerahi hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, jasad yang selalu bersabar, sungguh ia akan diberi kebahagiaan dunia, kebahagiaan akhirat dan diselamatkan dari siksa neraka.”

Pertanyaan, adakah jalan yang kita tempuh mendekatkan kepada ridha Allah Ta’ala? Atau bahkan saat bersedekah pun, kita menjauh dari-Nya?

Hari ini, alangkah banyak sedekah yang menyalahi sunnah & menginjak-injak tuntunan. | Simak kultwit @syarifbaraja http://t.co/6EAmNYsc5l

Berlindung dari Buruknya Kefakiran dan Kekayaan http://t.co/sLdl0JjOHp | Semoga bermanfaat. Simak juga chirpstory dari @syarifbaraja

Disalin dari kultweet @kupinang

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s