Jangan terpedaya

Yahya bin Mu’adz berkata, “Menurutku, yang termasuk keterperdayaan terbesar adalah terus-menerus berbuat dosa sambil berharap maaf tanpa ada penyesalan, mengharap dekat dengan Allah tanpa berbuat ketaatan, menunggu masa panen surga padahal menanam benih neraka, mengharap negeri-negeri orang yang taat dengan berbagai kemaksiatan, menunggu balasan tanpa usaha, dan mengharap kepada Allah dengan kelalaian.”

Dikau harap selamat,tanpa tempuh jalannya
Adakah sampan terkayuh berjalan di daratan?
[sebuah syair dari Abul ‘Atahiyyah.Semoga bisa menjadi renungan bagi kita bersama]

#Disalin dari FP http:muslimah.or.id

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
*Astaghfirullahaladzim*

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s