Inspiring

إن أحببت أن يدوم الله لك على ماتحب فدم له على مايحب
Jika kausuka Allah melanggengkanmu pada yang kaucinta; dawamkan untukNya yang Dia cinta.

Tiap kerumitan hidup tertakdir ada untuk 1 alasan sederhana; memperlihatkan sebesar apa tekad upaya & semesra apa kita bersandar padaNya.

Tangis karena Allah itu embun yang membasuh bunga ruhani. Senyum adalah hangat sinaran yang memekarkannya. Suci. Jelita. Bercahaya.

Dendam & dengki; ibarat menenggak racun ke mulut sendiri; tapi berharap orang lain yang mati.

Kedengkian benar-benar memadamkan cahaya kebajikan.
-Anas RA-
Betapapun beramal baik, pendengki takkan bersinar.

Di balik tiap kezhaliman nan tumpah dari lisan & menempah dari tangan; terbentang jalur bebas hambatan bagi doa si teraniaya menuju Rabbnya.

Tiada rehat bagi pendengki. Tiada aman bagi si zhalim. Tiada jaya bagi pemalas. Tiada kawan bagi si jahat.

|@Dr_alqarnee

Pedih yang paling menikam adalah; ketika kebaikan yang terucap lisan diselisihi oleh hati & anggota badan. #MKMM

1) Semoga Allah menuntun hati kita untuk ikhlas dalam setiap lintasan niat, untaian ucap, & rangkaian laku. Betapa berharganya itu. #kisah

2) Di antara riwayat masyhur tentang Fudhail ibn ‘Iyadh adalah nasehatnya kepada Harun Ar Rasyid & penolakannya atas segala hadiah. #kisah

3) Di penutup cerita, Ar Rasyid bertanya pada Fudhail, “Ya Aba ‘Ali, apa yang membuatmu zuhud?” “Kau lebih zuhud dariku!”, sahutnya. #kisah

4) “Apa maksudmu?”, tukas Harun heran. “Aku cuma zuhud terhadap dunia yang fana. Sedang kau zuhud terhadap akhirat yang kekal.” Jleb. #kisah

5) Jawaban Fudhail ini mengajarikan bahwa zuhud {merasa tak berhajat & memandang rendah} pada dunia ringan jika kita merindu akhirat. #kisah

6) Dan betapa menakjubkan dia yang merengkuh dunia fana tapi zuhud (merasa tak berhajat & memandang rendah) terhadap akhirat kekal. #kisah

7) Dan bahwa betapapun pemimpinnya Shalih & ‘Alim seperti Ar Rasyid, kita menghajatkan penasehat yang ‘Alim & Zahid seperti Fudhail. #kisah

Jika sedikit tak tersyukuri, banyak pun takkan mencukupi. Jika dalam sempit tak terlatih memberi, dalam lapang pun akan sulit berbagi. #MKMM

Kau berbuat adil; maka kau rasa aman; maka kau tidur nyenyak!”; moga Allah hapus & ampuni aniaya penggelisah:)

Tersebab “liLlah”, berhargalah semua lelah. Tersebab “ma’aLlah”, mudahlah segala masalah. Tersebab “ilaLlah”, ringanlah setiap langkah.

Kau yang terfitnah & dighibah; sambutlah hadiah doa mustajabah & pahala berlimpah, tanpa ‘amal berlelah, tiada riya’ & sum’ah; penuh berkah.

Allah menyayangi insan yang menginsyafi kadar dirinya; tak bicara & bertindak melampaui ilmu & kemampuannya; khusyu’ & tawadhu’ pribadinya.

Di antara tanda kebaikan; Allah masih bukakan pintu-pintu ‘amal shalih bagi kita; sebagian bentuknya dengan mengirim hambaNya yang dhu’afa.

Merendah padaNya jadi kemuliaan, berfaqir padaNya kekayaan, memintaiNya kehormatan, tunduk padaNya keluhuran, & bersandar padaNya kecukupan.

Hinaan pada orang hina mengurangi kehinaannya. Hinaan pada orang mulia menambah kemuliaannya. Ini hakikat kecil agar kita bertambah teguh:)

Disalin dari tweets Ust @salimafillah

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s