Seperti apa Allah dihati kita?

Betapa merana hati yang tak tergetar oleh asma “Allah”; tak teryakin oleh Quran; tak terpanggil oleh adzan; & tak bershalawat pada Muhammad.

Nikmat Allah lebih banyak daripada keluhan kita; hidayahNya lebih mahal daripada kehilangan kita; ampunanNya lebih besar daripada dosa kita.

Tak ada yang boleh dikecilkan dalam da’wah ini. Bukankah debu di alam pun jadi alat tayammum penyuci; juga kelak di depan Allah ia bersaksi?

فإن فاتك الدنياوطيب نعيمها
فغمض فإن العلم خيرالمواهب
Jikapun luput dunia & jelita nikmatnya; pejamkan mata, sungguh ilmu sebaik-baik kurnia.

فاكسب لنفسك ما أصبحت تجهله
فأول العلم إقبال وآخـره
Curahkan jiwamu tuk mempelajari yang belum kautahu; bahagia awal & akhirnya, itulah ilmu.

أخدم العلم خدمة المستفيد
وأدم درسه بفعل حميد

Layani ilmu dengan pengabdian santri sejati. Langgengkan pembelajaran dengan perilaku terpuji.

Siapapun kita; kelak akan menjadi tersangka & terdakwa di hadapan Allah. Menakjubkan jika masih merasa aman padahal sering mendurhakaiNya.

Kadang ada karunia Allah tuk ringankan ketersangkaan & keterdakwaan di akhirat; boleh jadi dengan disegerakan di dunia, lalu taubat nashuha.

Kita benci korupsi & dukung pembasmiannya. Tapi ada keinsyafan; mungkin kita tak lebih baik daripada yang diberi kesempatan taubat di dunia.

Disalin dr tweets Ustadz @salimafillah

Sebagai peringatan diri

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s