Hanya berharap kepadaNya

Berharap Hanya Kepada-Nya

Salah satu do’a yang paling saya sukai, terlebih di saat mengawali kehidupan rumah-tangga, adalah do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Inilah do’a meminta kecukupan rezeki, kesanggupan membayar hutang secara halal dan terhormat sekaligus memohon karunia-Nya agar tidak bergantung kepada siapa pun selain hanya kepada-Nya; tidak berharap selain hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla semata. Kita memohon rezeki kepada-Nya sekaligus memohon penjagaan rezeki. Jadi, bukan sekedar meminta dilapangkan rezeki, tetapi terlepas dari barakah dan penjagaan.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a ini kepada ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki-Mu yang halal, (dan) jauhkanlah aku dari yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan keutamaan rezeki-Mu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan dari selain Engkau.” HR. At-Tirmidzi

Saya menikah saat masih kuliah. Ketika itu tak ada pekerjaan yang jelas. Tetapi saya melangkah dengan keyakinan bahwa karunia Allah Ta’ala sangat luas. Saya meniatkan diri menikah dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjaga diri dari yang haram dan syubhat.

Ada saat-saat ketika sekedar memenuhi keperluan hidup sehari-hari yang paling sederhana pun terasa amat berat, tetapi itu sama sekali bukanlah derita tatkala mengingat bahwa atas setiap langkah meraih kemuliaan ada ujiannya. Di saat perut melilit, tetapi kehormatan diri dan dien ini harus ditegakkan, ada muru’ah yang harus dijaga, betapa amat terasa do’a ini tak sekedar meminta kecukupan rezeki, kecuali jika kita membacanya tanpa menghayati karena yang menjadi impian kita hanya berlimpahnya harta.

Saya sering sampaikan ini kepada para sahabat yang ragu untuk menikah disebabkan rezeki yang menurutnya masih belum seberapa. Saya sampaikan ini juga karena merasa bahwa di antara sebagian orang yang merasa sempit rezekinya bukanlah karena benar-benar tak ada yang ia miliki untuk menghidupi dirinya sendiri, melainkan karena kurangnya keyakinan dan rendahnya sifat qana’ah dalam dirinya.

Jika engkau telah lalui jalan sulit, maka seteguk air putih akan terasa begitu nikmat. Terlebih ketika Allah Ta’ala mampukan engkau meraih lebih dari itu.

Maka, izinkan saya menuturkan do’a itu di sini. Semoga kita berharap hanya kepada-Nya. Semoga kita panjatkan do’a ini ke hadapan-Nya bukan karena hati kita telah disesaki oleh cinta dunia, tetapi yang lebih penting adalah keinginan besar untuk mencukupkan diri dengan yang halal, menjauhkan diri dari pengharapan selain kepada-Nya dan meyakini betapa pertolongan Allah Ta’ala itu sangat dekat.

Berharap hanya kepada-Nya. Dan kepala ini akan tetap tegak di hadapan manusia. Lidah ini tak keluh berbicara hanya karena silau terhadap kedudukan dunianya. Tidaklah ada yang patut membuat diri kita merasa rendah di hadapan manusia kecuali karena melihat ‘ilmunya, imannya dan penjagaan dirinya terhadap perintah agama.

Semoga tidaklah kita mati kecuali dalam keadaan benar-benar muslim. Semoga Allah Ta’ala baguskan keturunan kita.

Disalin dari FP bapak Mohammad Fauzil Adhim

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s