Pembicara kelas dunia

Disalin dari FP Bapak Mohammad Fauzil Adhim

Sejenak merenungi sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani sembari memeriksa diri sendiri:

“ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ : هَوًى مُتَّبَعٌ ، وَشُحٌّ مُطَاعٌ ، وَ إِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ”

“Tiga perkara yang membinasakan: hawa nafsu yang dituruti, kebakhilan (kikir) yang ditaati dan kebanggaan seseorang terhadap dirinya.” HR. Ath-Thabrani.

Hadis tersebut mengajarkan kepada kita tentang 3 perkara yang harus sungguh-sungguh kita hindari. Perkara yang membinasakan. Belajar dari para salafush-shalih, dari ‘ulama terdahulu yang terjaga akhlaknya dan tinggi ilmunya, betapa penting menjauhi berbangga diri. Imam Nawawi rahimahullah misalnya, menolak keras digelari Muhyiddin. Padahal manusia di zamannya memandang gelar itu patut baginya.

Hari ini, betapa banyak yang justru bersibuk gelari dirinya sendiri dengan julukan yang wah dan sebutan hebat luar biasa. Tak sedikit yang gelari diri dengan sesuatu yang ia sadar penuh bahwa ia tidaklah sehebat gelar yang disandangkan kepada dirinya sendiri. Sebagian orang bahkan menjadi penganjur dan pengajar bagi manusia lain untuk gelari diri dengan sesuatu yang sebabkan orang terkesimah. Padahal tidaklah gelar itu ia sandangkan pada diri sendiri melainkan justru membangkitkan ‘ujub dan mengelabui orang lain.

Malulah pada dirimu sendiri – jika sulit merasa malu kepada Allah Ta’ala – jika engkau gelari dirimu agar orang memandang lebih tinggi. Bacalah sejenak sejarah orang-orang besar dalam agama ini sebelum engkau sebut dirimu sendiri sebagai yang paling hebat di usia termuda. Sungguh, akan kita dapati teladan bertabur yang semestinya membuat kita tak bisa takabbur. Ingatlah Ibnu Hajar Al-Asqalani misalnya…

Salam hangat dari saya:

Mohammad Fauzil Adhim
Pembicara Kelas Dunia (semata karena kita hanya berseminar di dunia, sebab tak ada seminar/training/workshop di akhirat sehingga setiap pembicara sebenarnya kelas dunia).

Maafkan saya. Semoga ada yang dapat kita renungi dan ambil sebagai pelajaran.

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s