BC dr Kang Zain

Bener nih ada yang telah menzalimi Anda? ah yang benerrr…

Kalau betul-betul dipikirkan, maka Tidak ada satu pun orang yang sedang menzalimi Anda, kecuali Anda menganggapnya demikian.

Sebab seringkali “kezaliman” adalah masalah sudut pandang.

Si A : Si B telah menzalimi saya …
Si B : Justru si A yang telah menzalimi saya …

so?

Allah memang berhak mengatakan hamba-Nya zalim, tapi kita lebih berhak menganggap diri kitalah yang zalim…

Itu sebabnya lebih aman jika kita berpedoman pada Al-quran surat 4:79 dan surat 42:30 bahwa setiap keburukan yang kita terima adalah karena perbuatan kita sendiri, bukan karena orang lain telah/sedang menzalimi kita.

So, janganlah hobi merasa diri menjadi korban, sebab perasaan itulah yang membuat hidupmu sulit berbahagia…

Salam Bahagia 🙂
Kang Zain S3
http://www.cahaya-semesta.com

Hakikat Hijrah

Secara hakikat, Hijrah adalah Perpindahan dimensi kesadaran, dari kesadaran Materi menuju kepada kesadaran Ar-Ruh.

So, jangan mudah percaya atas apa yang Anda lihat, Anda dengar, Anda pikir, dan Anda rasakan. Sebab Anda lebih dalam dari apa yang Anda dengar, Anda lihat, Anda pikirkan, dan dari apa yang Anda rasakan.

Maka percayalah kepada Allah dan perinta-Nya, sekalipun perintah itu tidak masuk ke dalam pikiran dan perasaan Anda. Imani saja, dan temukan keselarasan yang ajaib di dalamnya.

Sebab Anda adalah ketiadaan dalam tiupan Ruh(dari)Nya.

Tidak ada yang sia-sia

Untuk makan enak kita butuh lapar, untuk maju hebat kita butuh berhenti, untuk aksi berenergi kita butuh istirahat. Untuk rajin kita butuh malas.

Untuk tidur lelap kita butuh letih, untuk BAB lancar kita butuh mules, untuk menghindari kesulitan kita butuh rasa takut, untuk bangkit kita butuh jatuh.

Untuk minta ampun kita butuh dosa, untuk minta rejeki kita butuh kekurangan, untuk bahagia kita butuh menderita, untuk memaafkan kita butuh disakiti. Untuk melepaskan kemelekatan dunia kita butuh kehilangan.

Wallahu a’lam

Hanya para pemberani yang berpeluang besar mati dalam jiwa yang tenang. So, Beranilah dan tentukan sikapmu dalam jalan-Nya, atau kau akan jadi penakut selamanya … Wallahu a’lam

Walaupun engkau menolak kenyataan yang ada, tapi tetaplah terima keputusan Allah, dan terimalah dirimu apa adanya. Tolaklah kenyataan yang memberatkanmu itu dengan hati yang menerima, sebab keputusan-Nya pasti terbaik. (QuoteS3)

Ada yang bertanya tentang “rahasia”?

Rahasia tentangmu ada pada dirimu. Jika engkau terlalu sibuk mencari rahasia dari luar sana, maka kau hanya menemukan rahasia tentang orang lain, dan bukan tentangmu. Orang lain hanya pemantik, tapi telur yang sejati selalu pecah dari dalam. (QuoteS3)

Jika kita tidak tegas maka orang lain akan terus memperalat kita. Tapi jika kita tidak memaafkan mereka maka kita diperalat oleh ego kita sendiri. Tegaslah & maafkanlah 🙂

Tegaslah kepada tiga orang ini :
1. Orang yang plinplan
2. Orang yang tegas
3. Diri sendiri
(@kangzains3)

Lelah bekerja? Sedang sedikit galau?

Jedalah sebentar, duduk tenang, tarik nafas yang dalam lewat hidung (Sebab salah satu tempat sembunyi setan adalah di rongga hidung), lalu hembuskan perlahan sambil ucapkan istighfar.

Lalu katakanlah “ya Allah, aku berlindung padaMu dari setan terkutuk, maka aku terima diriku apa adanya, maafkan aku, terimakasih ya Allah”. (Tweet@kangzains3)

Bisa jadi sebetulnya Anda tidak membenci siapa pun, Anda tidak kecewa kepada siapa pun, tapi Anda hanya “tidak bisa menerima kenyataan diri Anda” yang telah membiarkan orang lain menzalimi Anda dan menzalimi orang-orang yang Anda cintai. So, terima dan maafkanlah diri Anda, lalu bersikap tegaslah. (Tweet@kangzains3)

Jika Anda sepakat bahwa Rahasia terbesar dalam hidup ini adalah ALLAH, maka hindari menggunakan kata “mencari”. Sebab kata “mencari” masih berdimensi “ruang” dan “waktu”, sedangkan Allah tidak diliputi oleh ruang dan waktu melainkan DIA yang meliputi ruang dan waktu. Allah tak pernah hilang, jadi tak perlu dicari, cukup sadari, ta’ati, dan akui ketakberdayaan Anda di hadapan-Nya. (Tweet@kangzains3)

Itu sebabnya kemanapun engkau menghadapkan wajahmu maka engkau akan menemukan wajah ALLAH. Misalkan engkau hadapkan wajah-Mu kepada sebuah gunung maka tidak pas jika engkau mengatakan “Allah ada di gunung”, tapi katakanlah “gunung itu diliputi oleh Allah”. Sebab Allah tidak berada di dalam sebuah “tempat/ruang”, tapi “tempat/ruang” lah yang berada di dalam liputan Allah. Allah Maha Meliputi (QuoteS3)

Boleh jadi kita senang mencari hakikat dari sebuah hujan. Hujan adalah kesuburan, hujan adalah kebahagiaan, hujan adalah ketenangan, subhaanallah. Dan lebih sederhana jika kita katakan bahwa hujan adalah hujan. Sederhana itu indah. (Tweet@KangZainS3)

Allah tidak mungkin iseng menyulitkan hamba-hamba-Nya. Jedalah sejenak, berkontemplasilah, pasti melalui kesulitan itulah Allah sedang mengangkat derajat Anda. (Tweet@kangzains3)

Siapa ingin bahagia?

“Keinginan” adalah “jarak” antara “start” dan “finish”.

Tanya : kang, saya ingin bahagia!
Jawab : hilangkan “ingin”nya
Tanya : oke kang, saya bahagia 🙂

Ada 2 cara agar Anda segera sampai ke finish.

1. Menempuh “jarak” nya
2. Menghilangkan “jaraknya”, sehingga “start” adalah “finish”, atau awal adalah akhir, atau kesulitan adalah kemudahan.

Di muka bumi yang bulat ini, maka jarak terjauh antara Timur dan Barat sama dengan jarak terdekatnya.

So “tempuhlah jaraknya” di muka bumi, tapi “hilangkan jaraknya” di muka hati. Salam Seimbang

Wallahu a’lam

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s