Karena Allah

“Allah tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

“Allah tidak menginginkan bagi kalian sesuatu yang memberatkan kalian.” (Al-Ma`idah: 6)

“Allah menginginkan kemudahan buat kalian dan tidak menginginkan kesulitan.” (Al-Baqarah: 185)

“Dan Allah tidak menjadikan atas kalian dalam agama ini kesukaran.” (Al-Hajj: 78)

Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

“Sesungguhnya agama ini mudah dan tidak ada seorangpun yang memberatkan diri padanya melainkan dia tidak akan sanggup. Berusahalah untuk tepat, mendekatlah, dan bergembiralah. Dan gunakanwaktu pagi dan petang serta sebagian dari waktu malam.”2

Ibnul Munayyir berkata: “Di dalam hadits ini terdapat salah satu tanda kenabian. Dan kita telah menyaksikan, juga telah disaksikan pula oleh orang-orang sebelum kita, bahwa setiap orang yang berdalam-dalam menyelami agama akan tidak sanggup. Dan bukan berarti tidak boleh mencari yang lebih sempurna dalam ibadah, karena ini termasuk perkara yang terpuji. Yang dilarang adalah berlebih-lebihan yang akan menyebabkan kebosanan, atau berlebih-lebihan dalam menjalankan amalan sunnah sehingga meninggalkan yang lebih utama, atau mengeluarkan kewajiban dari waktunya, seperti seseorang yang semalam suntuk untuk qiyamul lail sehingga dia terlalaikan dari Shalat Subuh secara berjamaah atau sampai keluar dari waktu yang dipilih atau sampai terbit matahari yang akhirnya keluar dari waktu yang diwajibkan.” (Lihat Fathul Bari, 1/118)

Sikap Terpuji Orang yang Beriman

Orang berimanlah yang paling bergembira dengan semua bentuk ibadah yang diwajibkan oleh Allah سبحانه و تعالى . Merekalah yang memiliki kesiapan untuk menjalan-kannya. Mereka juga memiliki keberanian untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam ketaatan kepada Allah سبحانه و تعالى . Mereka tetap tegar dan bersemangat, sekalipun anjuran Allah سبحانه و تعالى dan Rasul-Nya itu dianggap kecil dan sepele oleh kebanyak-an orang. Sikap inilah yang telah digambar-kan oleh Allah سبحانه و تعالى di dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman bila mereka diseru kepada Allah dan Rasul-Nya untuk menghukumi di antara mereka, mereka mengatakan: ‘Kami mendengar dan kami taat’.” (An-Nur: 51)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36)

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak akan beriman sehingga mereka menjadi-kanmu sebagai hakim dalam apa yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapatkan rasa berat pada diri-diri mereka (untuk menerima) apa yang kamu putuskan dan mereka menerima dengan sebenar-benarnya.” (An-Nisa`: 65)

Noted : disalin dr majalah syariah untuk menguatkan diri agar tetap yakin dijalan yg benar sesuai syariah dan karena Allah سبحانه و تعالى semata.
http://asysyariah.com/bekal-untuk-jamaah-haji.html

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s