Noted Tms

Salah Sedekah Masuk Neraka

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menerima amalan kecuali yang dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah ‘Azza wa Jalla. Sebanyak apa pun sedekah yang engkau berikan, meski bermilyar-milyar engkau keluarkan, tak akan bernilai kecuali jika memenuhi dua hal, yakni ikhlas dan benar. Ikhlas berarti amal shalih itu dilakukan semata-mata hanya untuk Allah Ta’ala dan tidak berharap kecuali ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Kita berharap sepenuh hati dengan rasa takut yang amat sangat sekiranya ada salah dalam niat, iktikad maupun perbuatan dan di saat yang sama penuh harap kepada Allah Ta’ala agar Allah ‘Azza wa Jalla ridha serta merahmati kita. Benar berarti amal shalih itu kita lakukan berdasarkan petunjuk yang pasti dari Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Sesungguhnya, setiap ‘ibadah pada asalnya dilarang kecuali yang diperintahkan atau dianjurkan. Semua ini memerlukan nash yang pasti. Jika tak ada nash yang shahih dan terang, maka tak ada kebolehan untuk melakukan suatu bentuk ‘ibadah. Betapa banyak manusia yang mengada-adakan peribadatan atau amalan sehingga mengesankan bagi manusia tentang betapa shalihnya dia, tetapi tak ada satu pun nash yang dapat menjadi pegangan. Allah Ta’ala dan rasul-Nya tidak memerintahkan, tidak pula membolehkan suatu peribadatan, tetapi sebagian manusia menciptakan sendiri suatu bentuk ‘ibadah dengan menisbahkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Misalnya, jika kita melazimkan diri untuk mengucapkan satu kalimat thayyibah selama sekian ribu kali di waktu tertentu yang juga tidak ada nashnya, maka Allah Ta’ala akan berikan kepadanya dunia yang dikehendaki. Ini tak ada nashnya, manusia mengada-ada, lalu banyak manusia meyakininya sebagai ‘ibadah yang benar.

Allah Ta’ala berfirman

من كان يريد الحياة الدنيا وزينتها نوف إليهم أعمالهم فيها وهم فيها لا يبخسون

“Barangsiapa yg menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.” (QS. Huud, 11: 15).

أولئك الذين ليس لهم في الآخرة إلا النار وحبط ما صنعوا فيها وباطل ما كانوا يعملون

“Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?” (QS. Huud, 11: 16).

Bersedekahlah dan berharaplah dengan sepenuh pengharapan kepada Allah Ta’ala semoga Allah Ta’ala menerima dan ridha dengan sedekah kita. Tetapi jangan bersedekah karena bermaksud mendapat lebih banyak demi melipatgandakan rezeki. Sesungguhnya, mereka yang beramal untuk akhirat niscaya Allah Ta’ala akan lipat-gandakan pahalanya di akhirat. Adapun di dunia, maka boleh jadi Allah Ta’ala akan berikan, boleh jadi tidak. Tetapi yang pasti, niatkan sedekah itu untuk Allah Ta’ala semata. Bukan untuk mendapat yang lebih banyak.

Teringat firman Allah Ta’ala:

ولا تمنن تستكثر ولربك فاصبر

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al-Muddatsir, 74: 6-7).

Takutlah akan neraka, tempat mengerikan yang salah satu dari 3 penghuni pertamanya adalah ahli sedekah yang ia bersedekah bukan karena Allah ‘Azza wa Jalla. Periksalah Shahih Muslim bab Al-Jihad.

Apakah kita tidak boleh meminta kepada Allah Ta’ala? Amat boleh. Kita meminta kepada Allah Ta’ala karena yakin kepada-Nya, beriman kepada-Nya dan untuk memenuhi perintah-Nya, yakni perintah untuk meminta hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kita memohon kepada Allah Ta’ala karena menyadari hanya Dia tempat bergantung. Bukan karena merasa telah memberi kepada-Nya.

Ingatlah ketika Allah Ta’ala berfirman:

وأمر أهلك بالصلاة واصطبر عليها لا نسألك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa, 20: 132).

Allah Ta’ala yang memberi. Bukan kita.

Ingin berbincang lebih panjang, tapi ilmu dan kesempatan belum memungkinkan. Tentang salah sedekah, tengoklah Shahih Muslim bab al-Jihad.

Semoga Allah Ta’ala berikan hidayah kepada kita dan merahmati kita di akhirat kelak. Allahumma amin.

Do’akan dan nasehati saya dengan hujjah yang kuat.

#Disalin dari FP Bapak Mohammad Fauzil Adzim ; http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=298075006908301&id=183316298384173&comment_id=3549737&offset=0&total_comments=22

2. http://m.facebook.com/note.php?note_id=251640308218438&_rdr#251640308218438

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s