Ingin ibadah kita diterima ?

Ingin Ibadah diterima Allah? Ini Rahasianya

” Katakanlah:”Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.

(QS. Al-Kahfi [18]: 103 – 104)

Begitu banyak ibadah yang kita lakukan kepada Allah تعالى berupa sholat, puasa, zakat, dan ibadah ritual lainnya. Pernahkah terfikir oleh kita, apa yang kita lakukan sudah sesuaikah dengan tuntutan atau belum? Sudah sesuaikan dengan syarat syah diterimanya ibadah kita atau belum? Atau kita hanya melakukan sesuatu, ya sesuai dengan apa yang telah kita terima dari orang tua atau para ustad, tanpa menggali atau mencari tahu kembali hakikat ibadah benar dengan cara mempelajarinya.

Sebagaimana kita ketahui, aktifitas ibadah adalah aktifitas pengabdian kita kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kita atas anugrah Allah yang begitu luas yang telah diberikan-Nya kepada kita manusia. Tujuan hidup manusia di dunia hanya satu, yakni beribadah kepada-Nya.

Awal penciptaan manusia ke dunia, tak lain untuk beribadah kepada Allah تعالى sebagaimana dijelaskan dalam surat Azzariyaat: ayat 56: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.

Bunyi ayat diatas memperjelas bahwa Allah hanya meminta kita untuk beribadah kepada-Nya. Hanya menyembah-Nya. Akan tetapi persoalannya adalah ibadah seperti apakah yang betul-betul diterima oleh Allah تعالى . Banyaknya ibadah yang kita lakukan tentunya ingin mendapatkan balasan dari Allah تعالى , yakni berupa ridho-Nya atas hidup kita di dunia dan akhirat. Untuk mendapatkan hal itu, kita harus harus mencari tahu, bagaimana cara memperoleh ridho Allah yakni dengan Ibadah yang benar. Agar aktivitas yang kita lakukan memiliki nilai dimata Allah تعالى . Untuk melakukan ibadah yang bernilai di mata Allah تعالى , ada dua hal yang harus kita perhatikan berikut ini:

Pertama, Ilmu; Ilmu adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan Ilmu kita akan memahami bagaimana sholat , puasa, dan tata cara zakat yang benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Bahkan Ilmu adalah hal utama yang diajarkan Allah sebelum masuk dalam aktivitas ibadah. Dengan turunnya ayat Allah dengan awal kata Iqro: baca, disinilah letaknya kita harus memahami ilmu dari ibadah yang kita lakukan sebelum melaksanakannya. Dengan Imu kita dapat memahami hakikat ibadah yang diturunkan Allah تعالى . Dengan ilmu kita dapat memahami syarat, rukun, tata cara, dan sesuatu yang membatalkan ibadah kita tersebut. Dengan ilmu ibadah kita menjadi berkualitas di mata Allah تعالى . Berbeda halnya dengan orang yang melaksanakan ibadah tanpa didasari dengan ilmu. Ia melakukan sesuatu hanya sekedar melepas rutinitas kewajiban saja.

Kedua, Iman: Iman adalah keyakinan yang ditanamkan dalam jiwa kita. Keyakinan kita terhadap Allah تعالى . Dengan segala perintah dan larangan-Nya, kita yakin bahwa segalanya bermanfaat untuk kebaikan manusia. Manusia yang beribadah tanpa dilandasi keyakinan akan menemukan kehampaan dan kekosongan jiwa. Ibadah tanpa keyakinan akan memunculkan perasaan was-was, dan kegelisahan batin. Keyakinan kita dalam ibadah sama, dengan keyakinan kita akan keberadaan Allah تعالى itu sendiri. Meski tak terlihat, namun kita dapat merasakan keberadaan-Nya.

Begitu juga dengan aktifitas ibadah yang kita lakukan. Imbalan Allah تعالى itu tak selalu berupa bentuk fisik yang diberikan di dunia, akan tetapi bagi orang yang meyakini balasan Allah, ia percaya bahwa amal ibadahnya akan berkumpul dalam bentuk pahala yang dapat menyelamatkan dirinya di kehidupan akhirat kelak. Disinilah letaknya keyakinan kita, ketika kita sudah melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntutan Rasulullah, langkah terakhir yang kita lakukan adalah berserah diri dengan penuh keyakinan agar ibadah kita diterima Allah تعالى . Sesungguhnya kebenaran datang dari Allah تعالى , maka janganlah kita termasuk sebagai hambanya yang ragu-ragu. Wallahu’alam. (Elvira Suryani/Wasathon.com)

Tentang Auliyanti

Simple person, manusia bodoh yg sedang belajar dan terus memperbaiki diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s